Dalam sidang badan kesehatan dunia (WHO-World Health Organization) baru-baru ini tanggal 21 Agustus 2019, menjelaskan bahwa mikroplastik telah menjadi kekhawatiran dan ancaman nyata bagi kesehatan umat manusia. Sampah plastik yang disebut mikroplastik, berukuran dari 100-30 nm. Sampah plastik ini bersifat nanometer, sehingga bisa terabsorbsi ke seluruh tubuh kita termasuk hingga sampai ke otak.

Sampah plastik kian mencemari lingkungan. Mereka ada di mana-mana, tak mengenal waktu dan ruang. Selain merusak lingkungan, sampah plastik juga bisa mengancam kesehatan.

Plastik adalah bahan yang tak mudah terurai dan memiliki masa hidup yang sangat panjang. Saat terurai, plastik tak 100 persen berubah menjadi bahan organik dan menyisakan komponen-komponen kecil. Komponen kecil itu dikenal sebagai mikroplastik, yang tak menutup kemungkinan, ada dalam tubuh manusia zaman ini. Mikroplastik pada dasarnya adalah komponen plastik yang paling kecil. Beragam penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik menyebar luas di lingkungan. Saat ini, diperkirakan sebanyak 150 juta ton plastik berada di lautan. Sebanyak 23 juta di antaranya merupakan bahan kimia aditif seperti stablisers, plasicisers, dan emulsifiers. Di lautan Indonesia, diperkirakan ada 30-960 partikel/ liter mikroplastik.

Mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh makhluk hidup. Sejumlah penelitian menemukan lapisan mikroplastik ‘hinggap’ di dalam saluran cerna biota laut. “Sebagian di antaranya bisa masuk ke dalam tingkat sel, bukan hanya di jaringan. Sistem rantai makanan membuat mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui biota-biota laut yang umum dikonsumsi manusia seperti ikan. Mikroplastik ini akan masuk dalam mata rantai makanan, ikan yang kecil, dimakan ikan yang lebih besar, dan predator lainnya, yang pada ujungnya oleh manusia.

Penelitian yang dapat diverifikasi baru mengetahui dampak plastik berukuran besar. Plastik disebut dapat mengurangi kemampuan penyerapan makanan dan nutrien lainnya pada hewan. Penelitian lain juga menemukan, plastik yang melalui proses pembakaran akan berubah menjadi polutan. Salah satunya adalah polutan dalam bentuk bioksin yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker. Belum lagi bahan-bahan kimia lain yang terkandung pada plastik, yang diketahui dapat membahayakan tubuh. Pengetahuan kedokteran membuktikan bahwa mikroplastik. Dampak mikroplastik kepada manusia dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, seperti alzheimer, amyotropic lateral sclerosis dll. Olehnya, sangat wajar pencemaran lingkungan akibat sampah plastik ini menjadi perhatian Badan kesehatan Dunia, setingkat WHO.

Semoga kita semua bisa berpartisipasi mencegah tercemarnya lingkungan dari polusi sampah mikroplastik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SHARE
Previous articleTips Menurunkan SGOT dan SGPT
Next articleBotol Plastik Berdampak Buruk untuk Kesehatan
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here