Hampir semua orang dewasa pernah merasakan sembelit, yaitu suatu kondisi dimana penderita sulit buang air besar. Tentu orang yang menderita sembelit, akan merasa tersiksa, karena sembelit ini bisa mengakibatkan efek samping berupa gangguan fungsi tubuh dan gangguan psikologis.

Dalam dunia medis, sembelit diistilahkan dengan Constipation, yang ditandai dengan kesulitan buang air besar dan berlangsung lebih kurang selama 3 bulan. Sembelit biasanya disebabkan oleh gangguan fungsi usus yang bersifat fungsional, dan bukan bersifat anatomi atau struktural.

Sembelit secara umum disebabkan oleh asupan air yang tidak memadai, kandungan makanan yang kurang serat, perubahan pola makan, kurang berolahraga, stres, ambeien atau wasir, serta efek samping dari obat. Misalnya laksatif, hypothyroidism, bahkan kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson atau multiple sclerosis, obat antasid yang mengandung kalsium atau aluminium, Obat-obatan(terutama obat nyeri yang kuat, seperti narkotika, antidepresan, atau pil zat besi), depresi, irritable bowel syndrome, kehamilan dan kanker usus besar.

GEJALA UTAMA SEMBELIT

Mencermati kemungkinan penyebab sembelit yang begitu banyak, sebaiknya, masyarakat perlu mengerti tentang gangguan ini. Khususnya yang berhubungan dengan gejala utama, beserta gejala ringan hingga kondisi emergensi. Sehingga perlu dilakukan tindakan emergensi. Buang air besar yang jarang atau kesulitan buang air besar dapat berlangsung lebih dari 2 minggu, terasa gerakan usus yang mengalami penurunan, adanya pembengkakan perut yang disertai sakit perut, nyeri, bahkan diakhiri muntah.

Selain gejala di atas, perlu dilakukan diagnosa, bila kondisi semakin parah, memerlukan pertolongan dokter. Biasanya dokter dalam melakukan diagnosa akan melakukan pengujian sampel darah, khususnya yang berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon, juga akan dilanjutkan dengan tes barium untuk mencari faktor pencetus obstruksi usus besar, serta kolonoskopi untuk memastikan obstruksi usus besar. Jika telah menemukan penyebabnya, selanjutnya dokter akan memberikan beberapa obat yang sesuai indikasi medis, misalnya obat laxative, atau sesuai penyebab munculnya sembelit tersebut.

Demikian pula, akan menjadi peringatan penting, bahkan menjadi hal yang emergensi untuk segera mengkonsultasikan ke dokter, bila sembelit disertai gejala seperti darah dalam tinja, atau terjadi penurunan berat badan yang drastis, juga disertai rasa nyeri pada saat buang air besar, dan kondisi ini telah berlangsung lebih 2 minggu.

PENCEGAHAN SEMBELIT

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, faktor terpenting dan terbaik adalah bagaimana mencegah munculnya sembelit ini. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk pencegahan antara lain:

  1. Memperhatikan makanan dan diet yang seimbang, khususnya dengan mengonsumsi banyak serat. Sumber serat yang terbaik adalah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan. Serat dan air sangat membantu proses metabolisme zat makanan di usus.
  2. Minum 1 1/2 sampai 2 liter air dan cairan lainnya setiap hari.
  3. Gerakan tubuh dengan cara berolahraga secara teratur, sangat bagus dalam menjaga vitalitas dan mendukung metabolisme tubuh. Sehingga dalam usaha pencegahan munculnya sembelit, faktor makanan dan kebiasaan hidup menjadi faktor dominan yang sangat penting. Baik untuk kepentingan pencegahan munculnya sembelit juga upaya pengobatannya.

PENTINGNYA FAKTOR DIET DALAM PENCEGAHAN SEMBELI

Makanan Sehat dan Tinggi Serat
Makanan Sehat dan Tinggi Serat

Menurut konferensi ahli makanann (American Society for Nutrition) tahun 2010, menjelaskan bahwa sebagian besar penyebab sembelit adalah faktor makanan yang tidak seimbang dan tidak sehat. Dan ASfN merekomendasikan, secara sederhana untuk menjaga kesimbangan makanan dengan menjaga kesimbangan makanan berdasarkan kebutuhan tubuh.

Secara biologis, tubuh kita membutuhkan faktor energi, protein, vitamin, air, dan serat. Sehingga jika ingin terhindar dari gejala sembelit, sebaiknya memperbanyak makanan yang baik dan alami, sehingga bisa berfungsi sebagai “pencahar” yang pada akhirnya akan membantu Anda buang air besar.

Makanan tinggi serat, sangat membantu memindahkan limbah melalui tubuh. Sehingga tambahkan makanan dengan serat setiap harinya. Demikian pula, dianjurkan meminum 8 sampai 10 gelas cairan, khususnya air setiap hari. Selain air dianjurkan mengonsumsi beberapa sayuran yang tinggi serat seperti asparagus, brokoli, jagung, labu, dan kentang. Apalagi dibuat Salad yang ditambahkan selada, bayam, dan kubis juga akan sangat menolong. (dr. Ikrar)

SHARE
Previous articleVideo: Penanggulangan Kecanduan Narkotika
Next articleDaftar Makanan Penyebab Sembelit!
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here