PENDAHULUAN

Kita telah berada dalam era global, era digital, era revolusi industri ke- 4 nan canggih dan modern. Kenyataan ini memengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Dalam era global ini, batas-batas antar negara perlahan akan pupus, sehingga terjadi perpindahan barang, jasa, modal, manusia, teknologi, pasar, dan semua hal antar negara dengan mudahnya. Demikian pula terjadi globalisasi dalam berbagai sektor yang mengarah pada pasar bebas yang tidak bisa dihindari oleh semua Negara di dunia, termasuk di antaranya Indonesia. Dalam era globalisasi ini, terjadi perpindahan teknologi, informasi dan seterusnya. Dalam konteks globalisasi memengaruhi perubahan di semua sektor, termasuk di bidang kesehatan. Bahkan kita telah memasuki dan telah diberlakukan Asean Free Trade Area (AFTA).

Dalam bidang kesehatan tersebut, mengalami pergeseran dramatis dari penyakit akut ke kronis, tentunya akan berdampak pada pergeseran strategi pelayanan kesehatan, yang di masa lalu diutamakan pada segi pengobatan kuratif akan bergeser ke tingkat pencegahan atau preventif kemudian dilanjutkan ke tingkat pengobatan kuratif dan rehabilitatif. Kondisi ini ditandai dari perubahan besarnya tingkat mobilitas dan mortalitas penyakit-penyakit tertentu. Dari penyakit infeksi ke penyakit-penyakit degeneratif, berupa penyakit cardio-cerebro-vascular Diseases, Diabetes, Kanker, dan kelainan degeneratif lainnya. Selain itu, perkembangan ilmu kedokteran terkini berupa deteksi dan diagnosis penyakit, sudah sampai ke tingkat molecular dan genetic, setelah rampungnya Human Genome Project (HGP) pada manusia. Penemuan-penemuan terbaru yang memfokuskan pemahaman patogenesis, patofisologi, dan pengobatan ke tingkat molekular genetic, stem cell dan regenerative medicine akan menjadi tren masa depan.

Kedokteran regeneratif merupakan pelopor kesehatan masa depan. Kondisi ini telah menempatkan perkembangan pesat di bidang biomedis pada titik puncak dari sebuah ledakan kemajuan.

212 Ilmu pengetahuan di seluruh dunia dan akan berdampak sebagai sebuah revolusi perawatan kesehatan masa depan. Obat-obat regenerative akan mengarah pada penciptaan BioHybrid yang sepenuhnya berasal dari unsur jaringan dan organ biologis yang dapat menggantikan atau meregenerasi jaringan dan organ yang rusak oleh penyakit, cedera, atau kelainan bawaan. Selanjutnya di masa depan akan dapat diprediksi bahwa kedokteran regeneratif akan menjadi revolusi perawatan medis. Bidang ini merupakan buah dari perpaduan teknik jaringan dan multidisiplin ilmu pengetahuan seperti biologi, biokimia, fisika, kimia. Kedokteran regeneratif adalah bidang interdisipliner yang benar-benar baru yang sangat menjanjikan secara nyata dan realistis dalam meregenerasi kerusakan jaringan dan organ dalam tubuh hidup; melalui teknik-teknik yang merangsang reparasi perbaikan organ atau penyembuhan secara mandiri. Kedokteran regenerative juga dipercaya oleh para ilmuwan dapat menumbuhkan jaringan dan organ secara in vitro (di laboratorium), serta aman untuk ditransplantasikan ke tubuh yang mengalami kelainan. Teknologi revolusioner ini memiliki potensi untuk mengembangkan terapi penyakit yang sebelumnya mustahil untuk diobati. Contoh berbagai penyakit regeneratif yang sangat sulit diobati: kanker, diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, dan osteoporosis dan cedera tulang belakang, serta kebutaan retina. Namun dengan berkembangnya sistem pengobatan regeneratif, seperti stem cell, gene therapy dan seterusnya, penyakit-penyakit tersebut akan dapat disembuhkan dengan menggunakan sistem kultur dan transplantasi khusus.

Pergeseran-pergeseran di atas membutuhkan strategi khusus bagi Indonesia dalam upaya mengayomi, melindungi dan serta memberikan pelayanan terhadap masyarakatnya dalam bidang kesehatan secara komprehensif. Demikian pula, dalam upaya mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan, dibutuhkan kiat khusus bagi pemerintah Indonesia beserta seluruh elemen masyarakatnya. Termasuk di dalamnya oleh para banker dan pelaku pasar ekonomi Indonesia. Sebagai implementasi tanggung jawab bersama.

untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia yang maju, beradab, adil dan makmur, serta disegani dalam percaturan bangsa-bangsa di dunia Internasional.

Demikian pula ilmu neurosains mengalami kemajuan yang luar biasa. Sebagaimana kita ketahui Otak manusia memiliki energi yang sangat kuat dan efisien yang bisa secara mandiri memahami berbagai proses yang terjadi dalam dirinya. Otak juga dapat memperbaiki dirinya secara mandiri saat terjadi kesalahan. Jika kita bisa memahami dan meniru cara kerja otak, maka akan sangat banyak revolusi yang bisa dihadirkan untuk kemaslahatan umat manusia. Revolusi tersebut dapat berupa: revolusi teknologi informasi, revolusi kedokteran dan revolusi masyarakat. Untuk melakukannya, kita harus menyatukan segala sesuatu yang kita ketahui dan segala sesuatu yang kita bisa pahami tentang cara kerja otak dalam berbagai bidang, seperti: molekul-molekul otak, sel-sel otak, dan sirkuit otak. Dengan tujuan tersebut terbentuklah blue print otak manusia yang disusun oleh banyak ahli saraf, dokter, fisikawan, matematikawan, pakar komputer dan ahli etika, termasuk juga mengintegrasikan segala sesuatu yang kita ketahui tentang otak dalam database besar dan dalam model komputer yang sangat rinci. Sehingga ke depan akan memberikan terobosan dalam bidang matematika dan rekayasa perangkat lunak (software), fasilitas supercomputer, dan rasa tanggung jawab sosial. Data eksperimental dan klinis terakumulasi secara eksponensial dalam super komputer yang memenuhi persyaratan sebagai teknologi yang berfungsi menemukan prinsip-prinsip baru dalam desain otak, serta membangun model yang lebih realistis. Proyek ini akan memberi manfaat bagi masyarakat dan mendorong pengembangan teknologi baru untuk super komputer serta untuk visualisasi ilmiah.

PERKEMBANGAN PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KEDOKTERAN

1. Regenerative Medicine

Kedokteran regeneratif telah menarik perhatian komunitas ilmiah selama 50 tahun terakhir. Regenerative Medicine dapat diaplikasikan untuk meregenerasi jaringan yang rusak karena penuaan atau memperbarui jaringan tubuh akibat cedera, bahkan dapat digunakan dalam membuat organ baru untuk kepentingan transplantasi, dan menyembuhkan penyakit genetik.

Regenerative Medicine telah mengalami kemajuan spektakuler, sehingga sangat menjanjikan dan memunculkan harapan untuk memperbaiki jaringan yang rusak, dengan menggunakan mekanisme yang serupa dengan yang dilakukan tubuh secara alami oleh tubuh dalam proses renovasi alamiah sel atau organ tubuh. Bahkan dapat memberikan solusi terhadap kekurangan organ untuk transplantasi, yang saat ini merupakan masalah serius di seluruh dunia. Terlebih lagi, semua ini akan dicapai dengan menggunakan sel-sel dari pasien itu sendiri, sehingga akan mencegah efek samping penolakan atau rejections effects.

2. Brain Digital

Di masa depan ilmuwan neurosains akan dapat menciptakan brain digital berdasarkan informasi neurologis, yang berarti manusia memungkinkan mengunggah pikirannya ke komputer dan hidup dalam bentuk kehidupan digital.

3. Nanotherapy

Nanotherapy merupakan teknologi terkini dalam meningkatkan keakuratan pengobatan dan kesehatan pasien serta mengurangi biaya penyediaan layanan kesehatan berbasis nanoteknologi. Beberapa start-up telah menargetkan masalah ini dengan solusi yang berbeda seperti botol pil yang bersinar biru ketika dosis obat harus diambil dan merah ketika dosis.

4. Penyakit baru

Mengenai perkembangan teknologi, selalu ada risiko untuk munculnya penyakit dan kondisi sejauh ini tidak diketahui.

5. Diagnosis real-time

Pisau bedah cerdas (iKnife) dikembangkan oleh Zoltan Takats Imperial College London dan bekerja dengan menggunakan teknologi lama di mana arus listrik memanaskan jaringan untuk membuat sayatan dengan kehilangan darah minimal.

6. Aplikasi Artificial Intelligence dalam Pelayanan Kedokteran

Artificial Intelligence adalah teknologi transformatif yang akan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia, apalagi dalam kehidupan modern yang serba digital dewasa ini. Pemanfaatan teknologi AI dalam bidang kesehatan, akan berdampak pada layanan kesehatan atau perawatan kesehatan berpotensi untuk semua bidang aplikasi klinis termasuk pecegahan dan kesembuhan pasien.

7. Gene Therapy:

Terapi gen adalah teknik yang memodifikasi gen seseorang untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit melalui beberapa mekanisme yang dapat mencakup penggantian gen penyebab penyakit dengan salinan yang sehat, menonaktifkan gen penyebab penyakit yang tidak berfungsi dengan benar, atau memperkenalkan gen baru atau yang dimodifikasi gen ke dalam tubuh untuk mengobati penyakit.

8. Advanced Medicine:

Dewasa ini sedang berkembang metode pengobatan Advanced Medicine. Ini merupakan teknik pengobatan terkini, yang canggih, berkat kemajuan ilmu kedokteran modern. Advanced Medicine, memiliki 5 pinsip pengobatan utama yaitu: 1. Cells Therapy (Terapi Stem Cells), 2. Growth Factors Stimulation (Pemanfaatan Growth Factor dari dalam tubuh), 3. Particles Therapy (Penggunaan Particles Biologi dalam membangun struktur utama dalam tubuh), 4. Nano- Therapy (Menggunakan Metode Nanotechnology dalam pengobatan), 5. Gene-Therapy (Memanfaatkan technology genetik untuk menstimulasi reprogram genetik dalam tubuh). Metode Advanced Medicine, dapat mengobati, berbagai penyakit degeneratif, yang dimana pasien, bahkan dokternya telah kehilangan harapan penyembuhan. Dalam istilahnya penyakit-penyakit hopeless. Seperti Cerebral Palsy, Parkinson Disorder, Post Stroke Rehabilitation, Emphysema, Ejection Fractions, Cardiac Infarctions, Gangguan Cardiovascular dan Jantung, Diabetes Miletus, Autism, Erection Dysfunction, Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), Kidney Failure, Regenerative Geriatric. (Khususnya penyakit kronis akibat degeneration dan ketuaan).

A. Cells Therapy (Terapi Stem Cells)

Cells Therapy adalah terapi yang menggunakan stem cells yang dimasukkan ke dalam tubuh penderita. Hal ini memasukkan sel-sel hidup. Misalnya, sel-sel T mampu melawan sel-sel kanker melalui imunitas seluler dapat disuntikkan dalam perjalanan imunoterapi. Terapi sel menghasilkan manfaat positif, bahkan berdasarkan hasil clinical trial dan pengobatan pada pasien kami di USA, stem cells ini dapat digunakan untuk membantu mencegah tubuh manusia menolak transplantasi organ, dan berbagai penyakit degeneratif yang sangat sulit diobati dengan pengobatan konvensional. Ternyata Terapi Sel atau Cells Therapy ini efektif untuk mengobati beberapa penyakit, misalnya Cerebral Palsy, Parkinson Disorder, Emphysema, Ejection Fractions, Diabetes, Autism, dll. Sumber Stem Cells antara lain Sumsum Tulang (Bone Marrow), Tali Pusat Bayi Sehat (Umbilical Cord), Jaringan Lemak Pasien (Adiponectin Tissue) dan Darah pasien sendiri dengan pengolahan tertentu.

B. Growth Factors Stimulation (Pemanfaatan Growth Factor dari dalam tubuh)

Terapi faktor pertumbuhan adalah penggunaan faktor pertumbuhan untuk mempromosikan penyembuhan tubuh. Dewasa ini berkat kemajuan teknologi kedokteran, telah berhasil dibuktikan bahwa Growth Factor, atau faktor pertumbuhan, menjadi faktor yang sangat penting, untuk menjaga kesehatan tubuh, merangsang pengobatan, dan memperkuat kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit, bahkan faktor pertumbuhan ini menjadi penentu keberhasilan pengobatan. Dengan menstimulasi faktor penting tersebut, maka pengobatan akan berefek sangat luar biasa. Beberapa jenis Growth Factor seperti erythropoietin (EPO), granulocyte colonystimulating factor (G-CSF) dan granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF). Keuntungan dari teknik ini, ia menggunakan sel-sel tubuh sendiri untuk mempromosikan penyembuhan. Penggunaannya juga dapat mempercepat waktu yang diperlukan untuk luka untuk menyembuhkan, menghasilkan penurunan lebih besar dari cacat atau ketidaknyamanan bagi pasien.

C. Particles Therapy (Penggunaan Particles Biologi dalam membangun struktur utama dalam tubuh)  

Pada penelitian kami, dan aplikasi pelayanan pasien, kami menemukan bahwa ada partikel biologi yang terdapat, setelah stem cells diekstrak, dan ukuran molekulnya lebih kecil dari 2 mikrometer tetapi lebih besar dari 200 nano meter. Ternyata partikel ini sangat penting dalam proses agregasi dan meregenerasi tubuh yang mengalami kerusakan. Sehingga dengan menggunakan partikel ini pada pasien, beberapa pasien yang mengalami kerusakan ginjal, kerusakan pankreas, paru-paru dan jaringan otaknya bisa mengalami perbaikan dengan cepat.

D. Nano-Therapy (Menggunakan Metode Nanotechnology dalam pengobatan)

Nano adalah aplikasi medis dari nanoteknologi. Nano berkisar dari aplikasi medis Nanomaterials dan perangkat biologis, untuk biosensor nanoelectronic, dan bahkan aplikasi masa depan mungkin nanoteknologi molekul seperti mesin biologis. Masalah saat ini untuk nano melibatkan memahami isu-isu yang berkaitan dengan toksisitas dan dampak lingkungan dari bahan nano (bahan yang strukturnya adalah pada skala nanometer, yaitu billionths meter). Misalnya pengobatan Ozon.

E. Gene-Therapy (Memanfaatkan technology genetic untuk menstimulation reprogram genetic dalam tubuh)  

Terapi gen merupakan teknik eksperimental yang menggunakan gen untuk mengobati atau mencegah penyakit. Teknik ini memungkinkan dokter untuk mengobati gangguan dengan memasukkan gen ke dalam sel pasien daripada menggunakan obat atau operasi. Hal ini dapat dilakukan dengan metode menggantikan gen yang bermutasi dan menyebabkan penyakit dengan salinan gen yang sehat. Menonaktifkan gen yang bermutasi berfungsi tidak semestinya diganti dengan gen sehat. Memperkenalkan gen baru ke dalam tubuh untuk membantu melawan penyakit. Teknik ini bisa digabungkan dengan cell therapy dan immunotherapy.

DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN

Kemajuan ilmu kedokteran akan berdampak pada manusia semakin sehat, semakin sejahtera, semakin Panjang umur, lebih efisien dan semakin produktif. Meningkatnya harapan hidup adalah hal yang baik. Dengan semakin panjangnya harapan hidup, tentu akan bermanifestasi peningkatan usia pensiunan. Selanjutnya tetap diharapkan para manual dan pensiunan tersebut tetap sehat dan produktif dan tidak sakit-sakitan. Dengan menjaga kesehatan para manual dan pensiunan sehingga tetap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA (Journal American Medical Association): Sekitar 52% orang berusia di atas 65 menganggap hidup lebih lama berdampak sangat positif dan baik untuk masyarakat. Hasil ini hampir identik dengan 53% pada anak penduduk berusia 18-24 tahun. Hal ini diperkuat hasil research di Skotlandia, dengan optimism mencapai 60% memberikan manfaat sosial positif pada manual umur panjang, kita berharap, kondisi Indonesia juga akan demikian adanya di masa depan.

KEMAJUAN PELAYANAN KEDOKTERAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Hubungan Kesehatan dan ekonomi adalah hubungan sangat vital. Kinerja kesehatan sangat tergantung pada perekonomian, tetapi juga pada sistem kesehatan itu sendiri. Pelayanan kesehatan merupakan prioritas/penting bagi sebagian besar masyarakat. Demikian pula terdapat tantangan yang kompleks, yang berasal dari populasi usia lanjut dan usia pensiun, yang diakibatkan seiring dengan peningkatan usia terjadi pula meningkatan prevalensi penyakit kronis, dan intensif penggunaan teknologi kesehatan yang mahal.

investasi dalam kesehatan dan desain kebijakan pembiayaan kesehatan harus dibahas dalam hal interaksi antara kesehatan dan ekonomi. Sama seperti pertumbuhan, pendapatan, investasi dan pekerjaan adalah fungsi dari kinerja dan kualitas sistem ekonomi, kerangka regulasi, kebijakan perdagangan, modal sosial dan pasar tenaga kerja, dll. Hal ini tergambar dalam kondisi kesehatan (kematian, morbiditas, kecacatan) tidak hanya bergantung pada standar hidup, tetapi pada kinerja aktual dari sistem kesehatan sendiri.

Sebagai contoh, pada 2014, Inggris menghabiskan £179.000.000.000 pada kesehatan. Ini berjumlah 10% dari PDB Total Inggris. Bahkan Amerika Serikat membudgetkan untuk anggaran kesehatan terdiri dari 16,6% dari PDB AS.

Belanja kesehatan harus memperhitungkan manfaat teknologi, dalam hal memperoleh peralatan canggih dan mendidik profesional kesehatan dan cara menggunakannya. Teknologi ini mencakup instrumen untuk pembedahan non-invasif, yang akan menghasilkan perawatan yang lebih efektif dan efisien, serta perlunya upaya pencegahan wabah. Bukti menunjukkan bahwa kemajuan teknologi medis berkontribusi pada harapan hidup yang lebih tinggi. Sehingga masyarakat dapat berkontribusi lebih baik.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kesehatan yang efisien merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan membangun ekonomi.

SHARE
Previous articleVIDEO: Penyakit Langka SCID (Severe Combined Immuno-Deficiency)
Next articleWaspadai Benda Berbahaya di Lingkungan Kita
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here