Kanker pankreas merupakan penyakit keganasan yang menyerang organ pankreas, bahkan dapat berkembang baik di luar kendali dan memiliki kemampuan untuk menyerang bagian lain dari tubuh. Beberapa jenis kanker pankreas, misalnya Adenokarsinoma pankreas yang paling umum, mencakup sekitar 85% kasus. Adenokarsinoma ini mulai menyerang bagian pankreas yang membuat enzim pencernaan. Satu sampai dua persen dari kasus kanker pankreas adalah tumor neuroendokrin, yang timbul dari sel-sel penghasil hormon pankreas. Kanker pankreas ini memiliki gejala yang paling umum berupa: kulit kuning, sakit perut atau punggung, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, tinja berwarna terang, urin berwarna gelap, dan kehilangan nafsu makan. Biasanya tidak ada gejala pada tahap awal penyakit, dan gejala yang cukup spesifik yang berkembang sampai penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Baru-baru ini, Institut Parker untuk Imunoterapi Kanker, yang didanai oleh pendiri Napster dan miliarder Sean Parker, pada hari Minggu mempresentasikan hasil uji klinisnya, yang menguji pengobatan baru untuk kanker pankreas metastatic atau stadium lanjut. Hasilnya, dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association of Cancer Research di Atlanta, Georgia.

Temuan ini menunjukkan penyusutan tumor parsial pada pasien kanker pankreas metastatik yang tidak memiliki pengobatan kanker. Kanker pankreas adalah jenis kanker paling mematikan, yang membuat temuan ini “sangat mengesankan.” Demikian pula berdasarkan standar yang biasanya diresepkan untuk kanker pankreas, pasien diberi obat ketiga, “antibodi eksperimental” yang disebut APX005M.

Yang menggembirakan dari hasil penelitian ini, bahwa setengah dari pasien dalam percobaan juga diberi obat keempat: Optivo, biasanya diresepkan untuk pasien kanker paru-paru. Pasien yang menerima keempat obat memiliki hasil terbaik, dengan 54 persen dari mereka melihat penyusutan tumor yang berlangsung hingga 10 bulan atau lebih. Dengan uji coba ini, memberikan harapan penyembuhan pasien-pasien penderita kanker pankreas.

SHARE
Previous articleVIDEO: Pembesaran Prostat Membawa Kecemasan Kaum Pria
Next article1 Di Antara 250 Pria Berpeluang Derita Kanker Testis
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here