Otak merupakan organ paling penting pada manusia. milliaran saraf berpusat pada organ yang berfungsi untuk berpikir, fungsi memori, keseimbangan, dan fungsi vital lainnya. Namun dengan pertambahnya usia, otak dapat mengalami degenerasi, yaitu penurunan fungsi, dari efek yang paling ringan hingga terberat. gejala yang mudah dirasakan antara lain adalah sering kehilangan konsentrasi, mudah lupa, kurangnya reflek, dan sebagainya.

Untuk mencegah penurunan fungsi otak, dewasa ini dokter menganjurkan pemberian Neurotropic atau vitamin otak yang secara farmakologi dapat meningkatkan fungsi otak kita atau meningkatkan sistem saraf kita. Neurotropik adalah istilah umum untuk agen biologis atau kimia yang menggabungkan vitamin tertentu seperti B1 (tiamin), B6 (piridoksin), B12 (cobalamin) serta vitamin D dan E. Vitamin ini dipercaya dapat memelihara dan merevitalisasi saraf dan sistem saraf. Memang benar bahwa beberapa vitamin telah dikaitkan dengan fungsi neurologis.

Kekurangan dalam beberapa vitamin ini telah dikaitkan dengan kelainan dan disfungsi neurologis. Namun, sementara nama neurotropik. Beberapa jenis vitamin ini penting dalam fungsi yang sangat berbeda dan reaksi kimia normal seperti metabolisme asam amino, metabolisme energi, dan pembelahan sel normal.

Vitamin adalah molekul yang tidak dapat diproduksi tubuh, tetapi berperan sangat penting untuk keseluruhan tubuh. Vitamin neurotropik, biasanya menggabungkan varian Vitamin B (yaitu Vitamin B Kompleks). Mereka terutama terdiri dari B1 (Thiamine), B2 (Riboflavin), B6 (Pyridoxine), B12 (Cyanacobalamin), B3 (Nicotinamide) dan B5 (D-Panthenol).

Makanan yang membuat fungsi otak Anda optimal Ini penting dalam metabolisme sel saraf pusat dan membantu mempertahankan sifat struktural dan fungsional sistem saraf. Otak Anda bekerja keras 24 jam sehari bahkan ketika Anda sedang tidur. Ini mengurutkan gerakan, pikiran, indera, detak jantung, dan pernapasan Anda, sehingga masuk akal jika memerlukan pasokan konstan bahan bakar. Selama bertahun-tahun, profesi medis belum sepenuhnya mengakui hubungan antara suasana hati dan makanan. Tapi itu telah berubah dengan bidang baru yang muncul yang disebut psikiatri gizi.

Banyak nutrisi memiliki kaitan yang jelas dengan kesehatan otak, termasuk omega-3, vitamin B (terutama folat dan B12), kolin, zat besi, seng, magnesium, vitamin D, dan asam amino. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 2015 di The Lancet Psychiatry, Dr Sarris mengatakan ‘meskipun faktor penentu kesehatan mental adalah kompleks, bukti kuat menunjukkan bahwa nutrisi adalah faktor penting dalam prevalensi tinggi dan kejadian gangguan mental. Namun ‘“Diet sama pentingnya dengan psikiatri seperti halnya dengan kardiologi, endokrinologi, dan gastroenterologi.”: Diet dan sistem saraf menambahkan sementara dia lebih suka orang untuk mengonsumsi nutrisi ini dalam makanan mereka jika memungkinkan, ‘penggunaan tambahan mereka sebagai nutraceuticals (suplemen nutrisi)  juga dapat dibenarkan.

Vitamin B1, B6 dan B12 masing-masing memainkan banyak peran berbeda termasuk mendukung metabolisme tubuh dan membantu menghasilkan neurotransmitter esensial dan sel darah merah. Apakah Anda mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks yang baik atau makan makanan yang mengandung mereka, tubuh Anda membutuhkan pasokan ketiga vitamin secara teratur.

Mereka yang berisiko kekurangan vitamin B, seperti di atas 55-an, vegetarian, penderita diabetes dan pra-diabetes, tentu akan mendapat manfaat dari mengambil vitamin  neurotropik.- Vitamin B1 (tiamin) membantu tubuh Anda mengubah makanan menjadi energi, sementara otak Anda membutuhkannya untuk memetabolisme glukosa dan  diperlukan untuk fungsi saraf yang tepat.

Wanita membutuhkan 1,1 mg dan pria harus mendapatkan 1,2 mg B1 setiap hari. Vitamin B6 mengaktifkan enzim yang bertugas menghasilkan energi, neurotransmiter serta sel darah merah dan putih yang mendukung sistem kekebalan tubuh Anda. Pastikan Anda memiliki 1,3mg B6 setiap hari.- Vitamin B12 (cobalamin) membantu membuat neurotransmiter, hemoglobin dan DNA, sementara juga menjaga sel-sel saraf.

Sehingga dengan demikian, vitamin yang disebut Neurotropic ini penting bagi fungsi otak.

SHARE
Previous articleVIDEO: Stroke Dapat Diprediksi & Dicegah
Next article6 Hal yang Perlu Diketahui tentang Stroke
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here