Dok, saya wanita berusia 29 tahun. Saya ingin sekali suntik putih di karenakan kulit tubuh saya gelap. Bisakah suntik putih itu permanen? Dan apakah suntik putih berefek samping. Terima kasih sebelumnya dok.

salam, Mira

Jawaban:
Ibu Mira, yang baik mengenai pertanyaan warna kuli, dengan menggunakan suntikan pemuti kulit, sebaiknya berhati-hati, karena sebagian pemutih kulit itu berbahaya. Dalam ilmu kedokteran, kulit merupakan salah satu jaringan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Secara anatomi, struktur kulit terdiri atas 4 lapis, utama, yaitu: epidermis, papillary dermis, regular dermis, dan subdermis. Warna kulit seseorang sangat ditentukan oleh kulit pada lapisan epidermis. Warna kulit manusia bervariasi, mulai dari yang putih atau albino, sawo matang, putih langsat, hingga gelap, sampai seperti negro. Warna tersebut ditentukan berdasarkan densitas dari melanin, sehingga semakin tinggi konsentrasi melanin, maka semakin gelap. Demikian juga sebaliknya. Tingkat konsentrasi melain pada kulit tersebut, ditentukan berdasarkan genetik atau turunan dari orang tuanya. Selain konsentrasi melanin, juga ditentukan ekspose terhadap matahari, semakin sering terkena sinar matahari, maka semakin gelap. Sebetulnya keindahan seseorang, juga selain warna kulit, juga sangat ditentukan kebersihannya, jadi semakin pandai merawat, maka kulit semakin bersih dan halus, dan menyebabkan semakin indah dan cantik seseorang wanita. Walaupun dalam perkembangan kedokteran modern, juga telah ditemukan berbagai obat pemutih kulit, baik diberikan secara topical ataupun secara suntikan. Hydroquinon, Arbutin, Azelaic acid, tetapi obat-obat ini diperketat dan membutuhkan pemberiannya oleh dokter ahli kulit, juga ada beberapa yang lebih aman, seperti vitamin C, dan obat herbal Cinnamomum subavenium. Sehingga ibu bisa menggunakan obat yang aman atau sebaiknya datang kedokter kosmetik.

Selamat mencoba.

SHARE
Previous articleVideo: Kualitas Tidur Mempengaruhi Kesehatan
Next articleVideo: Celebral Palsy Dapat Disembuhkan Dengan Terapi Partikel
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here