Dear Dr. Ikrar, saya membaca di beberapa media sosial, menjelaskan bahwa ternyata Kunyit dapat digunakan sebagai obat nyeri sendi atau rheumatoid artritis. Benarkah informasi tersebut. Semoga dengan kedalam ilmu farkologi dokter, dapat membantu menjelaskan hal tersebut. Demikian pertanyaan saya. Semoga dokter senantiasa sukses selalu.

Salam hormat,
Mufti Mustafa
Banda Aceh.

Jawaban:
   Bapak Murfti yang berbahagia, sebenarnya Kunyit sudah sangat poopuler sejak zaman dulu, digunakan baik dalam resep maupun sebagai pengobatan alternatif untuk sejumlah kondisi. Anda mungkin pernah mendengar bahwa itu dapat membantu untuk rheumatoid arthritis (RA), dan bahkan mungkin bekerja lebih baik daripada obat-obatan. Kunyit merupakan rempah-rempah berwarna keemasan dan beraroma kuat yang telah digunakan dalam memasak selama beberapa ribu tahun. Sebenarnya kunyit diekstraksi dari akar tanaman Curcuma longa, yang tumbuh di India dan Indonesia.
   Telah digunakan secara medis selama hampir 5.000 tahun di kedua pengobatan Ayurvedic dan Cina untuk mengobati radang sendi. Demikian pula Curcumin telah dilaporkan memiliki kualitas penyembuhan. Sehingga Curcumin dapat menjanjikan ketika digunakan dalam  kondisi pro-inflamasi, seperti radang sendi, kanker, penyakit usus yang mudah tersinggung, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan banyak lagi. Studi mendalam telah melihat keamanan dan kemanjuran kurkumin. Dalam riset farmakologi, ditemukan bahwa kurkumin memodulasi jalur sinyal di banyak sel. Ini memiliki sifat khusus yang memblokir enzim dan sitokin penyebab bengkak atau inflamasi. Ini termasuk cyclooxygenase-2 (COX-2), yang juga ditargetkan oleh celecoxib NSAID. Demikian pula penelitian pada orang dengan Rhematoid  Arhtritis menunjukkan bahwa kurkumin sama efektifnya dengan NSAID atau lebih, tidak menunjukkan efek samping, dan mengurangi tingkat protein C-reaktif.
   Menggunakan kunyit untuk nyeri sendi, menunjukkan bahwa kunyit dapat efektif dalam mengobati radang dan nyeri sendi. Untuk menekan DMARDs dan Biologis masih diperlukan. Namun, kunyit memiliki efek pengencer darah dan bisa berinteraksi dengan obat pengencer  darah lainnya, seperti aspirin dan warfarin. Hindari kunyit jika Anda menjalani operasi atau sedang hamil dan jika Anda memiliki penyakit kandung empedu.
   Sehingga benar bahwa Kunyit dapat digunakan dalam bentuk bumbu dengan menambahkannya ke salad dan kari. Dosis untuk mereka dengan RA adalah 500 mg setiap hari. Membuat pilihan yang baik dengan pengobatan alternatif sangat menarik mendengar substansi alami bekerja dengan baik dan aman untuk RA, tetapi penting untuk meneliti pernyataan ini. Dengan kunyit, penelitian menunjukkan bahwa itu mungkin efektif untuk gejala, tetapi tidak untuk RA itu sendiri. Demikian informasinya, semoga bapak Mufti dan masyarkat lainnya mendapat pencerahan. (Dr. Ikrar)
 
Foto Cover (dok. Getty Images)

 

SHARE
Previous articlePerawatan Untuk Tangan Anda
Next articleVIDEO: Penyakit Stephen Hawking Akibat Gangguan Pencernaan
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here