Yang terhormat, Dr. Ikrar di Amerika Serikat. Sehari yang lalu, paman saya meninggal dunia akibat Tumor Otak. Kelihatannya kondisinya sangat menyedihkan. Bersama dengan surat ini, kami ingin menanyakan, apa dan bagaimana tumor otak itu terjadi, serta bagaimana pengobatannya, serta peluangnya untuk diobati. Demikian dan terimakasih.

  Salam hormat,
Poppi di Kota Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia.

  Jawaban:
Ibu poppi yang baik, semoga kondisi yang terjadi pada paman ibu bisa dijadikan pelajaran untuk memahami penyakit penyebab tumor otak, serta bagaimana proses pencegahan dan pengobatannya.
Tumor merupakan penyakit yang mengkhawatirkan bagi sebagian besar orang. Sehingga penyakit ini menjadi momok yang manakutkan. Bisa dibayangkan perasaan sang penderita dan keluarganya, jika dokter mendiagnosis bahwa sang pasien menderita tumor, apalagi kalau letak tumor tersebut berada pada organ yang sangat vital bagi kehidupan, yaitu otak. Pada prinsipnya, tumor otak adalah neoplasma atau benjolan padat di dalam rongga kepala, yang merupakan suatu pertumbuhan abnormal sel-sel di dalam otak atau kanal tulang belakang pusat.
Tumor otak mencakup semua tumor di dalam tengkorak, tumor ini terjadi akibat pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkendali, biasanya di dalam otak berupa neuron, sel-sel glial, jaringan limfatik, pembuluh darah, kelenjar merupakan bagian yang bisa terkena tumor otak ini.
Setiap tumor otak secara inheren serius dan mengancam nyawa karena karakter yang invasif dan infiltrasi dalam ruang terbatas rongga intrakranial. Tumor otak atau neoplasma intrakranial bisa berupa kanker yang bersifat ganas atau non-kanker yang bersifat jinak berbeda dari yang umum digunakan di jenis-jenis neoplasma kanker atau non-kanker dalam tubuh.
Tingkat ancaman tergantung pada kombinasi faktor seperti jenis tumor, lokasi, ukuran dari tumor tersebut. Karena otak dengan baik dilindungi oleh tengkorak, deteksi dini tumor otak hanya terjadi ketika alat diagnostik diarahkan pada rongga intrakranial. Biasanya deteksi terjadi pada tingkat parah ketika kehadiran tumor memiliki efek samping yang menyebabkan gejala-gejala tidak dapat dijelaskan.
Tumor otak atau neoplasma intrakranial bisa kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Namun, definisi neoplasma ganas atau jinak berbeda dari yang umum digunakan di jenis-jenis neoplasma kanker atau nonkanker dalam tubuh. Dalam kanker biasa (di tempat lain dalam tubuh) tiga sifat ganas membedakan tumor jinak dari bentuk ganas kanker: tumor jinak adalah diri terbatas dan tidak menyerang atau bermetastasis. Karakteristik dari tumor ganas adalah:
Gejala neoplasma pada otak dapat dibagi dalam 3 kategori utama:

Tumor Pada Sistem Saraf Pusat

1. Meningkatnya Tekanan Intrakranial (Rongga Otak): hal ini disebabkan oleh pembesaran tumor atau meluasnya edema, yang secara klinis berakibat berupa sakit kepala, muntah (kadang-kadang tanpa mual), kondisi kesadaran yang menurun (mengantuk, koma), pembesaran pupil mata pada sisi yang menderita (anisocoria), cakram optik menonjol pada pemeriksaan funduskopi mata (papilledema). Walaupun ukuran tumor kecil, tetapi bisa berdampak dan menghalangi perjalan cairan otak yang pada akhirnya memperparah tekanan di dalam intracranial tersebut. Peningkatan tekanan intrakranial dapat mengakibatkan perpindahan bagian-bagian tertentu dari otak, cerebellar atau uncus temporal, sehingga kompresi batang otak dapat mematikan.
2. Kelainan fungsi tergantung pada lokasi tumor dan kerusakan yang menyebabkan struktur otak sekitarnya dapat terganggu, berupa kompresi atau infiltrasi. Semua jenis gejala neurologik dapat terjadi, seperti; gangguan kognitif dan perilaku berupa: kehilangan memori, kurangnya gangguan orientasi, gangguan kepribadian atau emosi perubahan, kelumpuhan, kehilangan rasa, gangguan berbicara, gangguan penglihatan, gangguan penciuman, gangguan pendengaran, kelumpuhan wajah, penglihatan ganda, tetapi gejala yang lebih parah juga mungkin terjadi seperti: kelumpuhan pada satu sisi bagian tubuh. Dengan demikian kelainan fungsi sangat ditentukan oleh letak dan lokasi tumor. Lokasi tumor juga akan menentukan tingkat keparahan efek yang diderita oleh pasien.
3. Iritasi: yang ditandai dengan, kelelahan, tremor, bahkan epilepsi.
Gejala di atas diperlihatkan oleh hampir semua penderita tumor otak, baik berupa tumor (neoplasma) maupun tumor ganas (Cancer yang bermetastase).

Sehingga dengan demikian, jika ada gejala awal berupa rasa sakit kepala yang dirasakan dalam waktu yang lama, sebaiknya diperiksakan ke dokter, untuk menegakkan diagnostik lebih awal, untuk mencegah keparahan penyakit dan pengobatan lebih dini.

Diagnosis ditentukan berdasarkan anamnesis atau wawancara keluhan pasien. Yang dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan klinis penderita serta diakhiri dengan pemeriksaan penunjang berupa: pemeriksaan laboratorium untuk menghilangkan kemungkinan infeksi sebagai penyebab dari gejala, pemeriksaan ophtamological, otolaryngological, electrophysiological, electroencephalography (EEG), bahkan dengan alat diagnostic tercanggih yaitu: computed tomography (CT)-scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Penyebab Kanker dan Tumor

Diagnosis pasti dari tumor otak hanya bisa dikonfirmasi dengan pemeriksaan histologis sampel jaringan tumor yang diperoleh dengan cara biopsi otak atau operasi terbuka. Pemeriksaan histologi sangat penting untuk menentukan perawatan yang tepat dan prognosis yang benar. Pemeriksaan ini, dilakukan oleh ahli patologi, biasanya memiliki tiga tahap: pemeriksaan interoperative jaringan segar, pemeriksaan mikroskopis awal jaringan disiapkan, dan pemeriksaan tindak lanjut dari jaringan disiapkan setelah imunohistokimia atau analisis genetik.

Melihat kondisi pasien penderita tumor otak dengan berbagai penderitaannya, tentunya menantang para ahli kedokteran untuk menemukan suatu pengobatan dengan sebuah harapan menyembuhkan dan menghilangkan penderitaan pasien-pasien tumor otak.   Dewasa ini, ada beberapa obat dan metode pengobatan penderita penyakit tumor otak.

Jika tumor otak tersebut merupakan tumor ganas atau bermetastase, para dokter akan melakukan pengobatan dengan Stereotactic radiosurgery (SRS) atau bahkan Wholebrain radiation Therapy (WBRT), cara ini dilakukan dengan pemberian radiasi sinar khusus  kesebagian atau bahkan keseluruh otak untuk mencegah perkembangbiakan sel-sel tumor yang berada di dalam otak tersebut.

Selain dengan cara radiasi, disertai pula pemberian chemotherapy yang dosisnya akan disesuaikan dengan besarnya tumor serta tingkat penyebarannya. Selama ini chemotherapy yang banyak digunakan untuk tumor otak adalah Temozolomide yang pemberiannya setiap 5 hari sekali (Lancet Oncol 2001; 2: 552–60). Selama proses pengobatan chemotherapy juga akan disertai dengan monitoring otak dengan menggunakan perangkap ala yang desbut MRI (Magnetic Resonantion Imaging), untuk melihat perkembangan dan kemajuan pengobatan.

Sampai dengan dewasa ini ketiga jenis pengobatan di atas, baik berupa cara operasi, radiasi, maupun chemotherapy, masih memiliki keterbatasan yaitu tingkat toksisitas obat yang sangat tinggi, serta efek samping yang menyertainya masih besar, dan tingkat kemampuan hidup 5 tahun (five survive level) yang masih rendah.

Penanganan Tumor Otak di Rumah Sakit

Di masa depan para ahli akan mengembangkan sistem pengobatan gene therapy. Dengan suatu harapan keterbatasan pengobatan dewasa ini dapat diatasi.
Semoga jawaban di atas bermanfaat.

Salam Sehat,
Dr. Ikrar

SHARE
Previous articleTips Menghilangkan Bintik Hitam Di Wajah
Next articleVIDEO:Obat Penghilang Nyeri 1000 Kali Lebih Kuat Dari Morfin
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here