Teh hijau sudah terkait dengan minuman yang memiliki manfaat kesehatan, dari menurunkan berat badan hingga meringankan stres.

Para peneliti di University of Basel di Switzerland menguji efeknya dengan membandingkan satu lusin relawan sehat yang meminum sebuah minuman terbuat dari ekstrak teh hijau dengan kelompok yang serupa yang meminum sebuah minuman ringan terbuat dari whey. Sementara subjek tes meminum minuman mereka, para peneliti mengamati otak mereka menggunakan uji penggambaran spesial dan menanyakan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas berdasarkan ingatan jangka pendek mereka.

Peminum teh hijau mengerjakan ujian mereka dalam studi tersebut dengan lebih baik, yang telah dipublikasikan pada Maret 2014. Terlebih lagi, uji MRI mereka menunjukkan konektivitas yang lebih baik antara bagian dari otak yang terlibat dalam memproses ingatan dibandingkan dengan mereka yang minum minuman whey. Para peneliti memperoleh efek dari sebuah senyawa yang bernama epigallocatechin-gallate (EGCG), sebuah bahan aktif dalam teh hijau, yang nampaknya mengurangi stres oksidatif  dalam jalur-jalur di otak.

Penelitian yang berkaitan dari University of Missouri juga mengacungkan jempol kepada EGCG untuk pengetahuan. Para ilmuwan di sana menemukan bahwa menggabungkan senyawa tersebut dengan olahraga sebuah pemicu otak alami memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer pada tikus-tikus yang dirancang untuk mendapatkan gangguan tersebut.

Saat binatang-binatang tersebut meminum air yang ditambahkan EGCG dan memiliki kesempatan untuk berolahraga, mereka memiliki hasil lebih baik dalam tes yang bergantung pada ingatan. Mereka juga menunjukkan berkurangnya peptida beta-amyloid, yang menyebabkan plak-plak yang bersifat merusak pada otak. Jika dilakukan pada percobaan manusia, penemuannya dapat membuahkan pengobatan Alzheimer yang lebih baik. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here