Neurokardiologi merupakan bidang ilmu kesehatan yang berkembang begitu pesat dewasa ini. Bidang ini mempelajari hubungan struktur, kerja, fungsi, dan interaksi antara organ otak dan sistem pembuluh darah, termasuk di dalamnya fungsi vital jantung. Secara khusus Neurokardiologi, memiliki banyak dimensi, yang secara konseptual dibagi menjadi 3 kategori utama, yaitu: kelainan jantung-pembuluh darah memberikan efek pada otak (misalnya: semboli jantung, stroke), ganguan otak atau sistem saraf yang mengakibatkan penyakit jantung (misalnya penyakit jantung neurogenic), dan merupakan kumpulan gejala yang disebut: neurocardiac sindrom (misalnya, Penyakit Friedreich).

Penampakan Echocardiography Pada Penyakit Jantung Akibat Gangguan Sistem Saraf

Sehingga neurokardiologi, merupakan pengetahuan yang secara inheren penting bagi kesehatan umat manusia. Bahkan Penyakit Jantung, Pembuluh darah dan Otak merupakan pembunuh nomor satu di dunia dewasa ini. Demikian pula, bidang ini dalam jangkauan yang lebih luas dan sangat menarik neurovisceral menjadi penyakit yang sangat lazim.

Berdasarkan kondisi di atas, maka pengetahuan neurokardiologi sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas dalam memahami berbagai kelainan yang berhubungan dengan sistem pembuluh darah (Cardiovascular) dan kelaianan-kelaianan Otak, yang selanjutnya masyarakat bisa melakukan pencegahan atas munculnya berbagai kelainan penyakit ini.

Kerusakan Pembuluh Darah Yang Mendasari Munculnya Kelainan Otak

Stroke akibat pecahnya pembuluh darah di Otak

Stroke adalah hilangnya fungsi otak yang diakibatkan oleh terganggunya suplai darah ke otak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh iskemia atau kekurangan aliran darah yang disebabkan oleh penyumbatan (trombosis, emboli arteri, atau pendarahan). Hal ini akan berakibat, daerah di Otak yang terkena kerusakan tersebut, tidak bisa berfungsi, bahkan mungkin mengakibatkan kelumpuhan (ketidakmampuan tubuh untuk bergerak, ketidakmampuan untuk memahami ucapan orang lain, atau bahkan kebutaan).

Dengan kondisi tersebut, stroke merupakan keadaan darurat medis karena dapat mengakibatkan kerusakan saraf yang permanen dan kematian. Beberapa faktor yang menjadi pencetus stroke, misalnya: ketuaan, tekanan darah tinggi, iskemik Otak, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, dan atrial fibrilasi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor pencetus utama, dan ini menjadi pencetus tingkat kematian tertinggi di dunia.

Kelainan Sistem Saraf Yang Mengakibatkan Kelainan Jantung

Perubahan pada gambaran ECG (ElectroCardioGraphe) menandakan suatu gangguan pada irama Jantung (Arrhytmias), yang mungkin didasari oleh penyakit sistem saraf atau Neurologi. Ada dua gangguan utama pada jantung yang berhubungan dengan Kelainan sistem saraf (neurology), yaitu; arrhythmias dan perubahan repolarization. Kedua gangguan tersebut, disebabkan karena perubahan sinyal atau konduksi listrik pada sistem saraf di Jantung, juga disebabkan karena perubahan ion di dalam sel-sel jantung. Sehingga selanjutnya akan memengaruhi masa harapan hidup dan juga memunculkan ekstrasistol atau denyutan pengganggu di Jantung.

Jika terjadi peningkatan gangguan irama jantung, lama-kelamaan jantung akan mengalami fibrilasi bahkan kegagalan jantung, yang berakibat fatal berupa kematian. Demikian pula, bukti medis menunjukkan bahwa over activity pada sistem saraf simpatik atau saraf otonom, menjadi faktor penting munculnya kelainan Jantung Aritmia.

Kumpulan Gejala gangguan sistem Pembuluh Darah dan Saraf

Pengobatan Stroke dan kelainan pembuluh darah otak di Rumah Sakit

Stres dan Steroid, menjadi penyebab berbagai kelainan Jantung, Pembuluh darah dan Otak. Secara etiologi dapat dijelaskan bahwa: pada saat seseorang mengalami stres akan meningkatkan dopamine dan steroid, yang selanjutnya bisa menimbulkan lesi atau kerusakan sistem pembuluh darah ataupun fungsi jantung.

Secara fisiologi dipercaya bahwa mediator pertama dalam penerjemahan rangsangan ke jantung dengan stereotip lesi adalah hipotalamus. Selanjutnya, dengan kontrol sistem saraf otonom, akan merangsang pelepasan zat tertentu yang beracun terhadap sel-sel Jantung (miokard).

Demikian pula, meskipun pemberian steroid eksogen memfasilitasi munculnya lesi jantung, tetapi sangat jelas bahwa: stres juga dapat mengakibatkan produksi kerusakan/lesi yang identik pada gangguan jantung.

Upaya Pencegahan Berbagai Gangguan Sistem Saraf dan Jantung

Stroke iskemik merupakan kondisi darurat medis, sehingga penderita harus dirawat di rumah sakit dengan menggunakan trombolisis (Zat anti pembekuan darah). Demikian pula perlu dilakukan rehabilitasi medis (Kodokteran rehabilitasi) sebagai usaha pemulihkan fungsi otak yang hilang akibat Stroke. Dan idealnya di unit stroke di Rumah Sakit, sebaiknya disediakan pelayanan khusus, seperti: terapi bicara atau bahasa, terapi fisik dan terapi okupasi.

Demikian pula perlu dilakukan suatu tindakan untuk pencegahan kekambuhan yang mungkin melibatkan berbagai obat, seperti: obat antiplatelet atau aspirin dan dipyridamole, dan secara khusus perlu perhatian yang supeketat terhadap pengendalian atau pengurangan tekanan darah tinggi, dengan menggunakan statin.

Faktor yang sangat penting dalam pencegahan berbagai penyakit otak dan sistem pembuluh darah dan jantung adalah: berupaya untuk hidup sehat, dengan memperhatikan 4 hal utama, yaitu:

  1. Kebiasaan hidup dengan menghindari semua faktor pencetus gangguan pembuluh darah, jantung, dan sistem saraf, contoh: Menghindari Merokok, memimun alkohol yang berlebihan,

2. Menghindari makanan yang tinggi lemak dan kolesterol,

3. Senantiasa menjaga kebugaran badan, dengan berolahraga secara teratur, dan

4. Dan tentu saja cukup istirahat dan mengupayakan suatu kehidupan bahagia dan bebas stres.

SHARE
Previous articleVIDEO: Puasa dan Kesehatan Pencernaan
Next articleVIDEO: Kecemasan Akibat Epilepsi
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Staf Ahli RS Kepresidenan RSPAD dan Cell Cure Center.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here