Tahukah Anda penyebab gangguan tiroid?

Minimnya pengetahuan tentang gangguan tiroid masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia termasuk di Indonesia. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, gangguan tiroid dapat menyebabkan kematian.

Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin yang terdapat pada tubuh manusia, letaknya di bagian depan leher tepat di bawah jakun. Kelenjar tersebut berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh, membakar energi, membuat protein dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya. benjolan di leher dengan berbagai gejala yang timbul seperti demam dan mudah sakit, umumnya adalah tanda-tanda seseorang mengidap gangguan tiroid.

Namun sayangnya, gangguan tiroid sering kali dianggap remeh sehingga tidak segera ditangani. Apakah dampaknya jika gangguan teroid tidak mendapat penanganan dengan cepat?

Dijelaskan dr Imam Subekti, SpPD, KEMD, Divisi Metabolik Endokrin RSCM, gangguan fungsi tiroid seringkali sulit diidentifikasi  karena gejalanya yang mirip dengan penyakit lainnya.  Gangguan tirod dapat memiliki berbagai bentuk, yakni gangguan kelainan fungsi  hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid) dan hipotiroid (kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormone tiroid), kelainan bentuk kelenjar tiroid berupa struma atau nodul, kanker tiroid serta gangguan dalam bentuk peradangan.

“Gangguan tiroid dapat mengakibatkan risiko gangguan kesehatan yang serius pada usia dewasa seperti jantung, osteoporosis dan infetilitas. Pada ibu hamil gangguan tiroid bahkan dapat meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur,” jelas dr Imam disela konferensi pers, Waspada Gangguan Tiroid, di Jakarta (24/5).

Lebih lanjut dr Imam menjelaskan gejala lain dari  hipertiroid diakibatkan kelebihan produksi hormon tiroid, yakni badan terasa panas, kemudian berat badan turun, yang lain adalah buang air besar lebih sering, karena gerakan usus peristaltic meningkat. “Secara emosi penyandang  hipertiroid ini mudah tersinggung. Hal yang menurut orang lain tidak mengganggu, bagi orang dengan hipertiroid bisa mengganggu,” ungkap dr. Imam.

Sebaliknya pada penderita hipotiroid bisa muncul reaksi lambat, berat badannya bertambah artinya berat badannya meningkat serta bengkak pada bagian bibir, wajah dan bagian lainnya. Namun perlu juga diwaspadai adanya gangguan tiroid yang membentuk benjolan tapi tidak disertai gejala umum. Jika mengalami hal demikian, dr. Iman menyarankan untuk segera konsultasi ke dokter.

“Benjolan tiroid yang tidak disertai keluhan-keluhan seperti pemaparan tersebut perlu ditelusurui kemungkinan atau risiko adanya kanker tiroid. Kesimpulannya, untuk kanker tiroid justru tidak menimbulkan gejala, namun jika ada benjolan tiroidnya itu sudah membesar hingga menyebabkan gangguan mekanik atau gangguna pendorongan organ-organ di sekitar  kelenjar tiroid, segeralah berobat ke dokter,” pungkasnya.

Menyambut hari pekan kesadaran tiroid internasional ke-8, Kementerian Kesehatan didukung Merck mengajak seluruh anggota masyarakat  untuk waspada gangguan tiroid. Pasalnya gangguan tiroid dapat menyerang siapa saja mulai dari usia anak-anak sampai dewasa.  Diharapkan dengan pemahaman dan kewaspadaan yang cukup, masyarakat akan mampu mengenali, melakukan diagnosa dini dan mendapatkan pengobatan segera untuk mengatasi gangguan tiroid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here