(Gambar 1 Ilustrasi Disorder gaming Internet)Di era digital dan kemajuan jaringan internet, serta berkembangnya teknologi komunikasi Telepon Seluler (Smartphone), sebagai manifestasi globalisasi yang efeknya luar biasa. Kemajuan tersebut, memberi dampak positif, tetapi tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan, jika masyarakat tidak bisa mengontrol diri, khususnya yang berhubungan dengan permainan, yang dalam istilah digitalnya disebut, “Game Addiction”, mayoritas game tersebut berupa video game.

Kecanduan video game merupakan penggunaan yang berlebihan atau dalam istilah medisnya, disebut: “kompulsif game atau video game”, tentunya kondisi ini akan sangat mengganggu kehidupan sehari-hari orang tersebut.

Dewasa ini kecanduan game online, berefek negatif terhadap perkembangan kejiwaan seseorang. Banyak orang yang dikategorikan kecanduan dengan alkohol atau obat-obatan, demikian pula banyak orang yang mengalami kecanduan video game, yang bisa bermain berlarut-larut.

Tentu, kecanduan video game tersebut, akan memberi dampak yang menyeramkan, baik berupa, penurunan produktivitas, menjadi pemalas, hingga disorientasi dan terisolasi dari lingkungan sekeliling hingga lingkungan keluarganya.

Berbagai Jenis Kecanduan Game:

Gejala-gejala yang ditampilkan, baik berupa gejala individual maupun secara sosial, sebagai berikut:

(Gambar 2 Jenis-Jenis Kecanduan Game)Kecanduan game dapat menampilkan diri dalam bentuk; kompulsif game-playing; isolasi sosial; perubahan suasana hati; imajinasi berkurang; dan hiper-fokus pada pencapaian dalam game, dengan mengesampingkan peristiwa lain dalam hidupnya. Sehingga, American Psychiatric Association (APA) mengelompokkan, kecanduan game tersebut sebagai salah satu manifestasi gangguan mental “Disorder Gaming Internet”.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang bermain video game, telah meningkatkan tingkat kekerasan di tengah masyarakat, berupa perilaku agresif dan permusuhan.

The American Psychiatric Association memutuskan bahwa cukup bukti yang kuat, untuk memasukkan potensi kecanduan video game sebagai “Gangguan Mental Disorder”, yang menyamakan kecanduan video game internet, seperti: perjudian kompulsif, gangguan kontrol impuls.

Bahkan, sebagian kelompok ahli jiwa, telah menyamakan penggunaan yang berlebihan dari video atau internet game mungkin memiliki beberapa atau semua gejala kecanduan obat atau kecanduan psikologis lain yang diusulkan. Orang yang mengalami kecanduan, Internet Game tersebut, dapat bermain berjam-jam per hari, kebersihan pribadi diabaikan, mendapatkan atau menurunkan berat badan yang signifikan karena bermain, mengganggu pola tidur sehingga kekurangan tidur, bermain di tempat kerja, menghindari panggilan telepon dari teman, atau berbohong tentang berapa banyak waktu yang mereka habiskan bermain video game, bahkan berdasarkan studi, telah ditemukan salah satu contoh ekstrim, bahwa seorang anak tujuh belas tahun akan bermain untuk jangka waktu sampai 15 jam, melewatkan makan dan hanya berhenti ketika ia pingsan.

Kriteria Kecanduan Game Addiction

Berdasarkan rujukan American Psychiatric Association, telah mengembangkan 9 kriteria dan tingkatan karakteristik gangguan game internet yang diusulkan:

(Gambar 3 Kriteria Ketagihan Game)

  1. Pre-addiction. Orang menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang permainan bahkan ketika dia tidak bermain.
  2. Withdrawal. Orang yang merasa gelisah, mudah marah, murung, marah, cemas atau sedih ketika mencoba untuk mengurangi atau menghentikan game, atau ketika Anda tidak dapat bermain.
  3. Tolerance. Orang yang senantiasa merasa perlu bermain untuk meningkatkan jumlah waktu, bermain game yang lebih menarik.
  4. Reduce/stop. Apakah Anda merasa bahwa Anda harus bermain sedikit, tetapi tidak dapat mengurangi jumlah waktu yang Anda habiskan bermain game?
  5. Give up kegiatan lainnya. Apakah Anda kehilangan minat dalam atau mengurangi partisipasi dalam kegiatan rekreasi lainnya (hobi, pertemuan dengan teman-teman) karena game?
  6. Continue meskipun masalah. Orang yang terus bermain game meskipun dia menyadari konsekuensi negatif, seperti tidak cukup tidur, terlambat ke sekolah/ kerja, menghabiskan terlalu banyak uang, memiliki argumen dengan orang lain, atau mengabaikan tugas penting.
  7. Deceive. Apakah Anda berbohong kepada keluarga, teman atau orang lain tentang berapa banyak Anda bermain, atau mencoba untuk menjaga keluarga atau teman-teman dari mengetahui berapa banyak Anda bermain.
  8. Escape suasana hati buruk. Orang yang merasa sebagai permainan untuk melarikan diri dari atau melupakan masalah pribadi, atau untuk meringankan perasaan tidak nyaman seperti rasa bersalah, kecemasan, tidak berdaya atau depresi.
  9. Risk. Orang yang senantiasa bermain, walaupun berisiko kehilangan hubungan yang signifikan, atau kesempatan kerja, pendidikan atau karier karena game. Jika, anda termasuk salah satu kondisi di atas, menurut American Psiciatry Assocaition, sebaiknya, anda berkonsultasi dengan ahli jiwa, untuk mendapatkan pertolongan segera, sebelum anda lebih jauh terjerumus ke efek negatif game tersebut.

Pencegahan Yang dapat Dilakukan Terhadap Dampak Yang Tidak Diinginkan

Perlunya Perhatian publik dan pendidikan formal, dalam memberi kesadaran dalam mengontrol berkembangnya berbagai Internet Game, yang bisa berefek terhadap kesehatan, baik individu maupun masyarakat secara luas.

(Gambar 4 Ilustrasi Pencegahan Ketagihan Game)Perlunya, orang tua, sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap perkembangan kejiwaan anak, dalam mengontrol buah hatinya, supaya jangan terjebak dengan permainan game yang bisa menimbulkan ketergantungan bahkan deviasi perkembangan kepribadian anak. Sebuah studi yang dilaporkan pada tahun 2009 oleh pusat Kesehatan Mental dan Kesejahteraan di Toronto, Ontario, menunjukkan hampir 10% dari 9.000 siswa yang disurvei dari Kelas 7 sampai 12 mengalami masalah game addictif, bahkan Sebuah artikel yang dipublikasikan di journal Pediatrics menemukan hubungan Anak-anak yang bermain video game atau menonton televisi lebih dari dua jam sehari-hari, menghadapi masalah tersebut sebagai faktor yang mendasari masalah mental.

Ketergantungan permainan game juga berhubungan secara signifikan dengan gangguan kesehatan fisik, seperti sulit tidur, prestasi menurun, kekurangan gizi, dan gangguan mental lainnya. Sebuah studi Norwegia yang dilakukan oleh University of Bergen telah melihat hubungan antara masalah game dan masalah kesehatan umum.

Media massa diharapkan dapat memengaruhi masyarkat dan mengingatkan masyarakat akan penting dan urgennya masalah, “Game Addiction” tersebut.

Dalam upaya Pencegahan dan rehabilitasi kecanduan Game tersebut, Beberapa negara, seperti Korea Selatan, China, Belanda, Kanada, dan Amerika Serikat, telah menanggapi ancaman kecanduan video game dengan membuka pusat pengobatan. (Dr. Ikrar/ foto:dok.ist)

SHARE
Previous articleVideo: Tanya Dokter : Gangguan Pencernaan Dan Sembelit
Next articleVideo: Digital Narkotika ‘I-Doser’ & Efek Kesehatan
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here