PERTANYAAN:

Yang terhormat Dr. Ikrar

Belum lama ini, ayah saya baru saja sembuh dari penyakit stroke batang otak. Katanya kepulihan ini sangat langka, sebab dari sekian ribu kasus hanya beberapa saja yang bisa pulih, sisanya lumpuh atau meninggal. Saya khawatir dengan ayah saya itu. Yang ingin saya tanyakan,

Betulkah kasus stroke batang otak itu sedemikian parahnya? Apa penyebab stroke batang otak itu? Apakah saya yang masih berusia 30-an juga berpotensi kena penyakit serupa? Apa yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit mematikan tersebut? Terimakasih atas jawabannya.

Andri

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaan Bapak Andri.

Semoga Bapak Anda dapat segera pulih, serta mari bersama-sama menjaga kesehatan tubuh kita, untuk terhindar dari berbagai penyakit khususnya yang berhubungan dengan stroke. Mengenai pertanyaan bapak secara sederhana dapat saya jelaskan.

1. Stroke batang otak, yang dalam ilmu kedokteran disebut “Brain stem strokes” dapat terjadi pada usia muda ataupun tua. Sehingga walaupun berusia sekitar 40-an tetap memiliki faktor risiko terjadinya stroke tersebut. Stroke batang otak ini memiliki gejala yang bermacam-macam. Mulai dari ketidakseimbangan atau merasa pusing (vertigo-dizziness). Gejala vertigo umumnya muncul secara bersamaan. Brain stem stroke juga dapat menyebabkan penglihatan ganda (double vision), perubahan nada/gaya berbicara (slurred speech) dan penurunan kesadaran.

Sebenarnya batang otak (brain stem) mengontrol semua dasar dan aktivitas kerja sistem saraf pusat, seperti fungsi kesadaran, tekanan darah, dan pernafasan. Sehingga jika terjadi stroke, maka fungsi utama tersebut akan mengalami gangguan. Bahkan akan memberi komplikasi yang lebih berat. Olehnya jika terjadi stroke batang otak, penderita harus segera mendapat pertolongan dan pengobatan, sebelum terjadi komplikasi yang lebih parah.

2. Stroke Batang Otak adalah suatu kondisi berkurangnya atau bahkan terhambatnya aliran darah yang memperdarahi pembuluh darah batang otak (brain stem). Secara anatomi, brain stem terletak di bagian belakang otak besar (posterior part of the brain), yang secara struktural menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang. Brain stem terdiri atas beberapa bagian medulla oblongata (myelencephalon), pones (part of metencephalon), and midbrain (mesencephalon). Brain stem ini mempunyai fungsi penting berupa, memperbaiki saraf motoric, sensorik dan mengatur sistem yang berkaitan dengan kesadaran, siklus tidur, irama jantung, pernapasan, tidur dan makan.

Stroke adalah gangguan yang terjadi akibat kegagalan sirkulasi darah ke otak. Sehingga mengakibatkan penurunan aliran darah dan kurangnya saturasi oksigen di otak.

Secara prinsip, stroke memiliki dua kategori utama yakni. Pertama, akibat penyumbatan aliran darah [Iskemik]. Kedua, akibat perdarahan ke dalam otak [hemoragik]. Penyumbatan tersebut berakibat ischemic otak. Sumbatan ini berasal dari tiga kondisi. Pertama, pembentukan bekuan dalam pembuluh darah otak, atau pembuluh darah batang otak yang disebut thrombosis. Kedua, gerakan gumpalan darah dari bagian lain dari tubuh, seperti jantung ke otak, yang disebut emboli. Ketiga, akibat penyempitan arteri yang mengarah ke otak, yang disebut stenosis.

3. Stroke juga bisa mengenai di usia muda. Anda memiliki faktor risiko, misalnya:
• Ada riwayat keluarga. Beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap stroke keluarga. Anggota keluarga yang pernah mengalami stroke mungkin memiliki kecenderungan genetik untuk faktor risiko stroke.
• Pernah mengalami TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke.
• Menderita diabetes.
• Ketidakseimbangan kolesterol.
• Kurangnya aktivitas fisik dan obesitas.
Obesitas dan aktivitas yang berhubungan dengan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Maka sebaiknya berhati-hati, sebelum terjadi stroke tersebut.

4. Untuk pencegahan stroke batang otak, secara prinsip sama dengan pencegahan stroke lainnya, yaitu dengan menjaga kesehatan sistem pembuluh darah. Ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, supaya tidak mengalami stroke.

Pertama, menjaga konsumsi makanan yang seimbang, dan mengurangi memakan makanan yang banyak mengandung lemak dan gula. Kedua, mengurangi dan menghindari berbagai faktor pencetus, misalnya: rokok, stres. Ketiga, berupaya berolahraga secara teratur. Kemudian jika memiliki beberapa penyakit metabolisme, seperti diabetes, hipertensi, obesitas, sebaiknya secara berkala dan teratur memeriksakan diri ke dokter untuk mengontrol gula darah, dan lemak darah. Demikian jawaban kami, semoga bisa memberi pemahaman tentang stroke tersebut. Terima kasih. (Dr. Ikrar)

SHARE
Previous article5 Tips Ampuh Usir Semut Tanpa Pestisida
Next articleVideo: Kemajuan Pengobatan Kanker Terkini
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here