Ledakan Jumlah Penderita DM diseluruh Dunia

Penyakit diabetes mellitus atau sering disebut dengan penyakit gula atau kencing manis, merupakan salah satu penyakit yang saat ini banyak dijumpai, bahkan dewasa ini mengalami ledakan jumlah penderita di seluruh dunia.

Pola hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu pemicu seseorang dapat terkena penyakit tersebut. Berdasarkan data badan kesehatan dunia (WHO), pada tahun 2014 jumlah pengidap diabetes di dunia mencapai angka 487 juta jiwa. Jumlah ini bahkan diprediksi akan terus meningkat menjadi lebih dari 500 juta jiwa pada tahun 2020 mendatang.

Bahkan, Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Berdasarkan hasil survei terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota maupun desa, sangat rentan dan memiliki risiko terkena diabetes.

PERTANYAAN:

Bagaimana cara penyembuhan penyakit gula?

Rido, Jakarta

JAWABAN:

Penyakit gula, atau Diabetes ditandai oleh tiga gejala utama yaitu: Polyuria (sedikit-sedikit terasa ingin buang air kecil), Polydypsia (selalu merasa haus), dan Polyphagia (selalu merasa lapar dan cepat lelah), serta gejala tambahan berupa cepat terasa lelah, kadang disertai perasaan mual dan muntah, nyeri-nyeri di sekujur tubuh.

Penyakit Diabetes Mellitus memiliki banyak karakter dan bervariasi dalam beberapa jenis atau tipe. Jenis pertama atau tipe 1 ditandai dengan tidak berfungsinya sel beta dari pulau langerhans di pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin. Tipe ini dapat mempengaruhi anak-anak atau orang dewasa, sering disebut “juvenile diabetes” karena mewakili mayoritas kasus diabetes pada anak-anak. Pengobatan utama diabetes tipe 1, adalah melalui penyuntikan insulin yang disertai pemantauan glukosa darah. Pengobatan juga disertai dengan pengaturan gaya hidup berupa diet dan olahraga.

Diabetes Mellitus tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang disertai dengan berkurangnya sekresi insulin jika dibandingkan dengan kadar normal. Respon ini disebabkan oleh kerusakan jaringan tubuh terhadap insulin atau menurunnya reseptor insulin di membran sel. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum, yang ditandai dengan resistensi terhadap insulin, yaitu suatu kondisi di mana sel-sel tubuh gagal menggunakan insulin dengan benar. Jenis diabetes tipe ini diobati dengan memberikan beberapa obat antidibetik peroral, namun dalam kondisi yang berat pengobatannya disertai dengan suntikan insulin.

Selain kedua tipe di atas, masih dibedakan lagi berdasarkan kasus yang mendahuluinya. Contohnya gestational diabetes yang dialami oleh Ibu hamil yang sebelumnya tidak pernah menderita diabetes, tetapi yang mempunyai gula darah tinggi (glukosa) selama kehamilan dikatakan telah gestational diabetes. Contoh lain termasuk diabetes bawaan, karena cacat genetik sekresi insulin.

Manifestasi-Diabetes-Mellitus-pada-Kaki
Manifestasi-Diabetes-Mellitus-pada-Kaki

Jadi, secara sederhana, pengobatan penyakit gula, atau Diabetes Mellitus dalam tahap dan level awal dilakukan dengan pemberian obat-obat kimia, anti diabetik (seperti Sulfunil Urea), jika belum berhasil menurunkan gula darah, akan dilanjutkan dengan pengobatan hormonal, atau penyuntikan Insulin, yang disertai dengan pengontrolan konsentrasi gula darah secara ketat. Demikian pula dengan diet dan olah raga. Yang paling penting yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai penyakit Diabetes Mellitus ini menyebabkan komplikasi berupa, gangreng (luka yang sangat sulit sembuh), impotensi, stroke, dan penyakit jantung. Sebelum komplikasi tersebut terjadi, sebetulnya dapat dicegah dengan cara hidup sehat, mengatur makan, dan senantiasa mengontrol gula darah.

Dewasa ini para ahli sedang mengembangkan Advanced Therapy, yang merupakan perpaduan 5 teknik pengobatan modern yakni Cell Therapy, Growth Factor Stimulations, Particles Therapy, Gene Therapy, dan Nano Therapy. Advanced Therapy ini dimaksudkan untuk mengganti kerusakan pangkreas, yang merupakan tempat dimana insulin tubuh diproduksi. Demikian Bapak Rido, semoga jawaban tersebut dapat memberikan gambaran yang memadai tentang cara penyembuhan atau pengobatan penyakit gula. (dr. Ikrar)

SHARE
Previous articleJus Sehat Untuk Ibu Hamil
Next articleVideo: Ternyata Penyakit Down Syndrome Bisa Dicegah
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here