1. Apakah Cardiac Arrest itu?

Jawab:

Jantung memiliki sistem hantaran listrik yang mengontrol irama dan denyut jantung. Jika terjadi gangguan pada sistem hantaran listrik jantung, dapat menimbulkan abnormalitas irama jantung yang disebut arrhythmias. Arrhythmia, bisa berupa; jantung berdenyut terlalu cepat, bisa juga terlalu lambat, atau bahkan berhenti berdenyut. Berhentinya jantung berdenyut secara tiba-tiba disebut cardiac arrest.

2. Apa Penyebab Cardiac Arrest?

Jawab:

Ada banyak kemungkinan penyebab cardiac arrest. Misalnya, penyakit jantung koroner, kelemahan jantung, kelainan aliran listrik jantung, bahkan ada yang belum diketahui penyebabnya. Jika cardiac arrest terjadi, dan tanpa pertolongan, dapat menyebabkan kematian penderita dalam beberapa menit.

3. Apakah sama dengan perhentian jantung serangan jantung atau “angin duduk” seperti sebutan penyakit dalam khazanah tradisional di Indonesia?

Jawab:

Cardiac arrest; sedikit berbeda dengan istilah kejang jantung atau istilah tradisionalnya angin duduk. Angin duduk dalam istilah tersebut lebih didefinisikan dengan gejala penyakit jantung koroner, dengan gejala; dada terasa nyeri, seperti ditindih batu besar, sehingga tidak bisa bernapas, keringat dingin, bahkan mual dan muntah. (Penyakit jantung iskemik ini disebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke otot jantung).

4. Apakah yang menjadi pemicu utama Cardiac Arrest?

Jawab:

Pemicu umum cardiac arrest yang menyebabkan kematian mendadak adalah penyakit jantung koroner, demikian pula sebagian besar diakibatkan terjadi loncatan listrik pada impuls jantung sehingga denyutan jantung menjadi sangat cepat (ventricular tachycardia), atau terjadi kesemrawutan denyut jantung (ventricular fibrilasi) bahkan bisa terjadi keduanya. Denyutan yang luar biasa ini dapat menyebabkan jantung berhenti mendadak. Penyebab lainnya juga dapat terjadi sebaliknya yaitu perlambatan denyut jantung (bradycardia) yang diakibatkan oleh penyakit kronis hati, kegagalan pernapasan, dan keracunan obat (Intoksikasi), serta idiopatik.

5. Bagaimana pertolongannya?

Jawab:

Kematian otak permanen hanya dalam beberapa saat setelah seseorang mengalami henti jantung. Perhentian jantung dapat di-recovery jika orang tersebut mendapat pertolongan dan dirawat sesegara mungin dalam beberapa menit pertama, dengan bantuan Automatic External Defibrillation (AED) yaitu dengan bantuan sengatan listrik ke jantung untuk memulihkan denyut jantung (proses ini disebut defibrillation). Korban jiwa dapat dikurangi sekitar 7 sampai dengan 10 persen setiap menit, dibanding tanpa bantuan defibrillation dan CPR. Sehingga ini menyadarkan
kita pentingnya 10 menit pertama serangan. Menurut data, Persatuan Dokter Jantung Amerika Serikat, Diperkirakan lebih dari 95 persen dari cardiac arrest diakhiri dengan korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit. Berdasarkan hal tersebut, sehingga fasilitas merupakan hal penting yang harus diperhatikan. (Dr. Ikrar)

SHARE
Previous articleVideo: Meningkatkan Kemampuan Mengingat Atau Kecerdasan
Next articleVideo : Kematian Mendadak dan Pengobatan Penyakit Jantung Terkini
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here