Yth Dr. Taruna Ikrar

Yang semula mengalami pembengkakan di bagian kaki telapak sampai betis menurut dokter yang merawat ada masalah di jantung dan di paru beliau.

Kemudian tentang ibu ku memang sudah satu tahun beraktivitas di tempat tidur setelah hasil lab dan dokter ditemukan cairan otak merendam otaknya. Menurut dokter harus operasi memasang semacam pentil dan selang tetapi dokter menyatakan khawatir dengan kondisi ibu maka dokter minta kita untuk merawatnya di rumah dengan kondisi tersebut, memang kami sangat sedih. Sebelumnya ibu itu mengidap sakit jantung kronis pada iramanya atau kita orang awan menyebut “lemah jantung atau debar” sehingga kalau dapat tekanan psikis sangat terlihat jantungnya berdebar dalam waktu 1 sampai 2 jam kemudian beliau kelelahan hingga pingsan kadang-kadang, tekanan darahnya pun selalu rendah 80 max. Sakit tersebut berobat jalan sejak saya kecil.

Demikian sahabat dengan berharap ada mukjizat ibuku bis sembuh seperti sediakala semoga ini salah satu jalan kesembuhan beliau

Atas segala perhatianya kami mengucapkan jazakumullah khair.

Salam,

Bapak DT Jakarta.

Jawaban: Dear bapak DT di Jakarta yang dikasihi Allah SWT. Saya sangat mengerti perasaan dan kondisi kedua orang tua bapak. Semoga Allah SWT memberi kesembuhan dan jalan keluar atas cobaan tersebut.

Berdasarkan kondisi bapak dan juga ibu yang mengalami penyakit yang dalam istilah kedokteran kita sebut Multi symptoms vascular.

Pertama-tama saya ingin menjawab mengenai penyebab penyakit Bapak, beserta kemungkinan untuk penyembuhannya. Tentu sangat sulit memberi advice jika tidak melihat pasien secara langsung.

Dengan membaca email yang bapak sampaikan, bahwa terjadi pembengkakan di telapak kaki hingga betis, untuk menunjukkan terjadi oedema, yang disebabkan oleh resistensi cairan dari pembuluh darah kapiler ke jaringan sekitar atau interstitial tissue. Kejadian itu, biasanya disebabkan oleh beberapa hal, misalnya terjadi kekurangan elektrolit tertentu, berupa zat garam, ataupun disebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi pembuluh darah dan jantung, atau dalam sistem organ dalam lainnya, yang dalam hal ini paru-paru.

Untuk memastikan penyebabnya perlu diperiksa, secara khusus misalnya periksa foto sinarX, atau USG, dan pemeriksaan kimia darah.

Setelah diagnosa pasti ditegakkan, maka pengobatan selanjutnya sesuai penyebab utamanya. misalnya jika benar terjadi gangguan jantung, maka perlu diobati penyebab utama tersebut, dengan obat-obat khusus, misalnya: obat captorpril, Kalsium Bloker, ataupun Natrium bloker. Untuk sementara secara pribadi saya menganjurkan juga memakan suplemen vitamin, misalnya Vitamin B-Complex, ataupun makanan yang banyak mengandung cobalimin, misalnya kacang merah.

Kemudian, tentang kondisi Ibu, yang mengidap Penyakit jantung kronis dengan gangguan irama, yang dalam istilah kedokteran disebut Arrhythmia dan juga hipotensi.

Perlu dilakukan pemeriksaan EKG, jika hasilnya betul menunjukkan Arrhithmia yang berbahaya, maka perlu dilakukan pemasangan alat pacu jantung, yang kita sebut ICD (alat ini sejenis battery khusus yang disimpan di bawah kulit, kemudian kabelnya dimasukkan ke arah jantung untuk mengontrol fungsi dan irama jantung tersebut.

Advice saya untuk sementara terhadap kondisi ibu, sebaiknya:

  1. Mencegah makanan yang bisa meningkatkan pengumpalan darah hal ini mengurangi risiko stroke.
  2. Mengendalikan detak jantung Ibu dalam kisaran yang relatif normal, dengan cara mengurangi stres dan aktivitas.
  3. Mengembalikan irama jantung ke normal.
  4. Bahkan jika memungkinkan, mengobati penyakit  jantung / yang mungkin menyebabkan aritmia.
  5. Kurangi semua faktor risiko lain.

Dan jika tersedia, mungkin bisa menjaga minimunan khususnya volume air mininum yang cukup, serta memperbanyak makanan-makan yang banyak mengandung zat hijau daun.

Dan tentu saja, perlu mendapat perawatan dokter. Sesuai pengetahuan saya selama ini, dokter Munawara, salah satu pakar dan sejawat saya di Jakarta yang ahli di bidang, ini. Alamatnya di RS Jantung Harapan Kita.

Demikian, semoga jawaban sederhana ini bisa mengurangi beban bapak dan Ibu.

Salam,

Dr. Taruna Ikrar.

SHARE
Previous articleVideo: Stres jadi Masalah untuk Bisa Hamil?
Next articleVIDEO: Ratusan Juta Penduduk Dunia Menderita Asthma
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here