Tubuh manusia merupakan pergerakan mekanis yang menakjubkan. Semua gerakan yang dilakukan, sekecil apapun, diperintah oleh otak. Sekumpulan daging kenyal  yang seperti agar-agar di kepala kita ini, merupakan “chip”  dari segala pola laku dan pola pikir kita.

Manusia memiliki dua bagian otak. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Otak kanan menyangkut kemampuan  afeksi atau rasa. Biasanya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya tidak linear, intuitif, atau kepekaan kreativitas. Misalnya melukis, mengarang, atau mencipta sesuatu yang memerlukan daya imajinasi. Orang-orang yang lebih banyak menggunakan fungsi otak kanan biasanya berprofesi sebagai seniman.

Sementara otak kiri berfungsi untuk sesuatu yang sifatnya yang analitik, detail, literer dan terstruktur. Misalnya hitung menghitung, menganalisa angka-angka, memecahkan rumus-rumus, atau yang berhubungan dengan pengetahuan.

Kedua fungsi tersebut harus seimbang digunakan. Jadi jangan mentang-mentang seniman, tapi tidak tahu apa berapa jumlah dua ditambah dua. Aneh kan!

Selain seimbang, otak juga harus sehat. Kesehatan otak penting karena bila satu saja sel otak bermasalah, kita bisa gila, masa sih? Betul, karena bisa saja sel yang rusak itu, ternyata berhubungan dengan pola logika.

Baru-baru ini, Dr. Martin Leman, dokter ahli saraf mengeluarkan rilis berisi 10 kebiasaan buruk yang dapat merusak otak.

Photo by THE 5TH on Unsplash

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

 

 

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

Photo by Sajjad Zabihi on Unsplash

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer. Volume otak orang yang tidak merokok dibanding dengan perokok aktif selama 20 tahun, terbukti lebih besar beberapa persen.

 

Photo by Thomas Kelley on Unsplash

4. Mengonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

 

Photo by Mike Wilson on Unsplash

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurun kan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

 

 

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

Photo by elizabeth lies on Unsplash

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

 

 

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

Photo by Pedro Gabriel Miziara on Unsplash

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here