Ilmuwan, dari University of California, Irvine, Amerika Serikat menemukan struktur baru di otak tengah. Struktur baru tersebut di beri nama CA2 hippocampus, yaitu suatu area di otak tengah hippocampus yang terletak di antara Caudal system dan Proximal system otak tengah tersebut. CA2-hippocampus ini, sebelum masih menjadi tanda-tanya oleh para neurosaintist karena diyakini bahwa control otak tengah ini tentunya berbasis tiga dimensi, yaitu arah proximal, caudal dan tentu saja lateral. Tetapi walaupun secara makro sulit dideteksi tetapi secara fungsional memperlihatkan dynamic fungsional tiga dimensi. Dengan menggunakan teknik penelitian: immunostunning, Laser Photostimulation, confocal imaging, Dr. Ikrar dkk berhasil membuktikan struktur CA2-Hippocampus tersebut dengan sangat nyata. 1). Penemuan tersebut dipublikasikan di Journal Comparative of Neurology edisi 25 Oktober 2013, dengan judul: Distinct physiological and developmental properties of hippocampal CA2 subfield revealed using anti-Purkinje cell protein 4 (PCP4) immunostaining. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cne.23486/abstract

2). Selanjutnya, fungsional struktur ini diperkuat oleh penemuan Dr. Ikrar, Dr. Shi, dkk di Journal Comparative of Neurology, Desember 2013, dengan judul: Bi-directional global spontaneous network activity precedes the canonical unidirectional circuit organization in the developing hippocampus. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cne.23528/abstract

Fungsi dinamik otak tengah ini dibuktikan dengan menggunakan Volatage Sensitive Day Imaging (VSDI), Laser Photostimulation (LSPS), Brain Dinamic Mapping, dan pharmacological intervestion.

Penemuan tersebut, menjelaskan bahwa: Otak tengah atau Hippocampus, merupakan sentral otak yang sangat penting dalam fungsi pembelajaran, dan proses mengingat, peran emosi, dan keseimbangan, sehingga gangguan pada hippocampus akan menimbulkan berbagai penyakit: Parkinson, epilepsy, Alzheimer, dst. Sampai dewasa ini masih sangat banyak yang belum diketahui, yang berhubungan dengan fungsi, struktur networking, fungsi dinamik dari hippocampus. Beberapa faktor yang paling penting termasuk jatuh tempo dari reseptor GABAA dan perubahan konektivitas sirkuit Kami berspekulasi bahwa kegagalan mengendalikan back-propagasi CA3 distal melampaui tahap perkembangan awal dapat menyebabkan kondisi patologis yang berhubungan dengan belajar dan defisit memori dan lobus temporal. epileptogenesis sebagai kesimpulan, GNA spontan segera mendahului propagasi searah lebih terbatas dari eksitasi melalui hippocampus yang bertahan sampai dewasa penelitian lebih lanjut yang memanipulasi sifat spasial dan temporal GNA harus mengungkapkan fungsional yang penting untuk menyiapkan arsitektur sirkuit dewasa.

Rangkaian proses belajar dan mengingat sangat ditentukan oleh bagian otak tengah ini (hippocampal) bahkan menjadi dasar proses belajar sebagai bagian dari kerja intelektual otak manusia. Demikian pula bagian otak tengah ini diyakini sebagai penentu kondisi patologis yang berupa, epilepsi lobus temporal. Secara struktur Hippocampus memiliki jalur yang sangat khas, yang disebut trisynaptic organisasi, yang dapat digambarkan berupa jalur arus informasi sebagai berikut: dentate gyrus (DG), kemudian ke bagian apical (CA3) dan kemudian ke bagian distal (CA1), jalur ini diyakini oleh para ilmuwan neurosains memberikan kontribusi pada fungsi normal maupun patologi.

Para ilmuwan neurosains berupaya keras, untuk dapat memahami proses perkembangan yang menentukan terbentuknya struktur organisasi sirkuit otak tengah (hippocampal) pada fase dewasa. Kenyataannya, terjadi proses aktivitas spontan dalam perkembangan sirkuit saraf, termasuk pada hippocampus, dan memberikan kontribusi untuk pembentukan struktur sirkuit tersebut.

Dalam pertumbuhan dan perkembangan otak tengah (hippocampus), Pada awal perkembangannya, jenis system saraf pernghambat, yang ditandai dengan neurotransmitter saraf berupa GABA (Gamma Amino Butirit Acid) mengalami deplarasi listrik dan peningkatan rangsangan, sehingga berakibat peningkatan spontanitas otak pada jaringan otak tengah tersebut.

Kami bersama team di University of Califronia, menemukan adanya struktur baru pada Otak tengah tersebut. Kalau selama ini struktur otak tengah hanya disebutkan terdiri dari Denty Gyrus, CA3 (bagian yang memicu loncatan energy dari DG ke badan otak tengah), kemudian CA1 (Yaitu bagian distal yang memacu electron dan neurotransmitter dari otak tengah ke arah Korteks), selanjutnya struktur dan fungsi yang terletak di antara: Otak tengah proximal (CA3) dan distal/caudal (CA1) yang belum jelas selama ini, kami dapat buktikan. Bahkan kami bisa menjelaskan strukturnya secara detail beserta fungsi dinamiknya.

Penemuan ini sangat penting untuk bisa memahami lebih jauh tentang:

  1. Bagaimana kemampuan otak dalam upaya mengingat (memories)
  2. Bagaimana proses otak melupakan sesuatu (pembelaan psychologist)
  3. Bagaimana fungsi otak tengah dalam mengkoordinasikan stimulasi electrical otak,
  4. Bagaimana otak tengah ini dalam menjalankan tanggung jawab untuk pembentukan, menyimpan dan mengatur ingatan, dan
  5. Bagaiman Otak tengah dan sistem limbik mengaktifkan retikuler (RAS), yang mengatur kesadaran baik sewaktu bangun (terjaga) maupun pada saat tidur.

Penemuan Dr. Ikrar dkk, memberi jawaban tentang kelima fungsi utama otak tengah di atas. Penelitian ini dilakukan, di University of California, Irvine dan University of California Los Angeles, dengan team peneliti lainnya: Drs. Andrew S, Shi Y, Nocholas O, Kris L, Tsyganovskiy L, Xu X, Xiangmin. (Dr. Ikrar)

 

SHARE
Previous article6 MITOS KESEHATAN DI SEKITAR KITA
Next articleVideo: Gangguan Kecemasan, Ketakutan dan Stres Dapat Dikontrol
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here