Salam kenal Dr Ikrar, saya Rini dari Jakarta. Semoga dokter bisa memberikan pencerahan untuk saya di tengah penantian.

Lima tahun menikah sampai hari ini saya belum dikaruniai momongan. Sebelumnya saya pernah hamil di tahun pertama pernikahan, tapi sayang harus dikuret karena keguguran. Pasca kuret itu sampai saat ini saya tidak kunjung hamil. Berbagai pengobatan mulai tradisional sampai medis sudah saya jalani. Tes HSG, hidrotubasi (tiup rahim), minum ramuan kunyit putih, kurma muda, kelapa ijo, sampai urut dengan dukun beranak yang kata orang bisa membantu membenarkan rahim, tetap saja tidak ada hasil. Suami pun sudah dites, hasilnya baik. Apa stres jadi kendala? Bagaimana caranya melewati stres yang terlalu ingin punya keturunan?

Saat ini saya masih bekerja, dan menggunakan motor (2 jam perjalanan rumah -kantor). Mohon solusinya dok, saya harus bagaimana. Satu lagi info, saya menerapkan hidup sehat sejak 2 tahun ini, dengan mengonsumsi sayuran dan buah. Terimakasih dokter atas jawabannya.

Regards, Rini

Jawaban:

Ibu Rini yang baik. Dari keluhan yang ibu sampaikan, kami bisa memahami, kegelisahan dan sekaligus kecemasan yang menghinggapi pikiran Ibu. Menjadi salah satu cita-cita berkeluarga adalah memiliki keturunan dan pelanjut kehidupan.

Dari informasi yang ibu sampaikan, memang benar bahwa faktor kecemasan dan tekanan akan keinginan anak, juga bisa jadi faktor penentu terbentuknya konsepsi di dalam rahim. Namun sebetulnya ada banyak faktor yang memengaruhi kehamilan. Bisa bersifat biologi fisikal maupun psikis. Secara biologi untuk terbentunya konsepsi dibutuhkan suasana sehat dari kedua suami istri. Untuk faktor biologi istri, ditentukan oleh faktor kesuburan yaitu mulai dari sehatnya indung telur, saluran telur hingga kesiapan rahim untuk menerima konsepsi. Selanjutnya faktor kesehatan reproduksi suami juga penting, berupa produksi hormonal, produksi sperma, kualitas sperma. Jika kedua faktor suami istri telah diperiksa dan dinyatakan sehat. Maka selanjutnya hal yang berikutnya adalah aspek psikologis, atau aspek perasaan termasuk di dalamnya suasana stress dan kecemasan mendalam, juga bisa menjadi faktor yang bisa menghambat kehamilan.

Oleh karena itu, perlu menghindari segala sesuatu yang bisa membuat diri jadi stres. Coba perhatikan hal-hal atau pekerjaan atau tugas macam apa yang bisa menguras tenaga dan pikiran Ibu? Bisa berupa, tekanan fisik dan psikis, secara langsung akan menimbulkan stres. Coba ingat juga, kira-kira adakah hal dalam sehari-hari, di rumah atau di kantor, yang tidak menyenangkan bagi diri Ibu? Ada baiknya juga untuk mengkonsultasikan keadaan Ibu ini ke ahli psikologi, karena stres itu merupakan ketegangan psikis, seorang psikolog akan bisa membantu untuk mengatasi ini dan memberikan jalan keluarnya. Demikian pula, kurangi atau hindari gerakan-gerakan yang terlalu keras dan menguras tenaga terlalu berat. Karena hal-hal itu akan merangsang otonom yang tak terkendali dan dapat menghambat terbentuknya konsepsi.

Dan terakhir, sebaiknya ibu dan suami ibu mempersiapkan suasana yang rileks dan romantik, khususnya pada fase subur ibu. Fase subur itu biasanya pada hari ke 7 hingga hari ke 14 setelah haid terhenti. Misalnya, pada waktu tersebut ibu dan suami ibu merencanakan berlibur seperti berbulan madu, dan secara maksimal memanfaatkan momentum waktu tersebut untuk mengkonsepsi pembuahan. Sembari bertawakal dan berdoa semoga Tuhan yang maha kuasa membantu upaya dan rencanya tersebut.

Demikian, nasehat dari kami, selamat mencoba dan semoga berhasil. (Dr. Ikrar)

SHARE
Previous articleREFLEKSI, CARA MUDAH DAN MURAH MERAWAT TUBUH
Next articleVIDEO: Multi Symptoms Vascular
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here