Kanker merupakan suatu keganasan yang menjadi momok dan ditakuti masyarakat dunia, karena dapat mengakibatkan efek fatal berupa kematian. Dewasa ini penyakit kanker menghinggapi jutaan penduduk dunia, bahkan diprediksi menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Dengan akibat fatal berupa kematian tersebut, sehingga masyarakat umum sangat penting untuk mengetahui, faktor penyebab munculnya penyakit kanker tersebut. Berdasarkan penelitian para ahli kesehatan, telah dipercaya bahwa penyebab kanker dapat diakibatkan oleh beberapa pencetus, yaitu: Zat kimia (Carcinogens). Zat kimia ini menyebabkan mutasi DNA dan menstimulasi kanker dalam jaringan tubuh. Penelitian menunjukkan hubungan antara penggunaan tembakau dan kanker di paru-paru, tenggorokan, otak, leher, perut, kandung kemih, ginjal, kerongkongan dan pankreas.

Demikian pula radiasi sinar ion, seperti radiasi ultraungu dari matahari dapat menyebabkan kanker kulit melanoma malignancies. Infeksi Virus atau Bakteri, beberapa kanker dapat disebabkan oleh infeksi pathogens, misalnya: infeksi virus yang terkait dengan virus kanker manusia adalah papillomavirus, hepatitis B dan virus hepatitis C, Epstein-Barr virus, dan human T-lymphotropic virus.

Demikian pula, ketidak-seimbangan Hormonal, dapat menjadi faktor pencetus pertumbuhan sel yang berlebihan, contohnya adalah meningkatkan hyperestrogenic dapat menyebabkan kanker endometrial, kanker rahim dan kanker mammae. Faktor turunan juga, berperan dan diyakini dapat berperan menjadi penyebebab kanker, karena adanya cacat dalam gen yang melindungi terhadap formasi munculnya sel-sel kanker. Contohnya hereditery mutations di gen BRCA1 dan BRCA2 terkait besarnya resiko kanker payudara, kanker ovarian dan tumor di berbagai organ kelenjar endokrin misalnya; endokrin neoplasia. Dengan demikian, cara pencegahan kanker dapat dilakukan dengan menghindari semua faktor pencetus diatas.

A. Kanker Akibat Infeksi Virus

Kanker akibat Infeksi VirusSecara umum pencetus utama munculnya kanker, adalah diakibatkan oleh virus tertentu yang dikenal dengan nama HPV. Virus Human papillomavirus (HPV) adalah virus DNA dari keluarga papillomavirus yang mampu menginfeksi manusia. Seperti semua papillomaviruses, HPV membangun infeksi produktif hanya dalam keratinosit kulit atau selaput lendir. Kebanyakan infeksi HPV yang subklinis dan akan menimbulkan gejala fisik. Namun, pada beberapa orang infeksi subklinis akan menjadi klinis dan dapat menyebabkan papiloma jinak (seperti kutil atau papiloma sel skuamosa).

Namun lesi pra-ganas yang akan mendorong munculnya kanker serviks, vulva, vagina, penis, orofaring dan anus. Selanjutnya, secara khusus, HPV16 dan HPV18 diketahui menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks. Para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 170 jenis HPV, lebih dari 40 jenis ditularkan melalui hubungan seksual dan menginfeksi daerah anogenital (anus dan alat kelamin). Infeksi virus yang persisten “berisiko tinggi” menyebabkan kutil hingga lesi prakanker dan kanker invasif. infeksi HPV memiliki risiko yang tinggi sebagai penyebab hampir semua kasus kanker serviks. Tujuh puluh persen dari infeksi HPV klinis pada orang dewasa mungkin menyebabkan efek subklinis dalam satu tahun pertama, dan selanjutnya berisiko tinggi menjadi lesi prakanker pada vulva dan leher rahim yang dapat berkembang menjadi kanker invasif.

B. Vaksin Anti Kanker

Prinsip kerja sistem kekebalan tubuh, dimulai dari Sel dendritik, atau disebut sistem alamiah yang dapat membantu untuk memulai respon kekebalan tubuh. Sel dendritik ini ditemukan di seluruh tubuh, selanjutnya sel-sel memperoleh zat antigen yang berupa molekul dan terikat pada antibodi tubuh, sehingga molekul pathogen dari sel tumor dapat dideteksi oleh antibodi, yang selanjutnya mengaktifkan kelenjar getah bening dan sel-sel T pada sistem pertahanan tubuh, yang pada gilirannya menyebabkan respon imun protektif untuk melawan perkembangan sel-sel tumor ataupun sel-sel kanker. Penemuan ini dipublikasikan di Nature edisi minggu kedua Maret 2015.

Vaksin anti kanker serviks dan penisPrinsip cara kerja vaksin anti kanker di atas, telah menunjukkan suatu keberhasilan dalam uji coba pada binatang dan manusia. Dengan meningkatkan Sel dendritik (DC) yang bergerak atau bermigrasi ke kelenjar getah bening secara dramatis meningkatkan respon antitumor sebagai cara yang optimal dalam penggunaan vaksin DC sebagai anti kanker.

Dalam uji klinis, bahwa penggunaan vaksin DC bersifat aman dan menginduksi respon imun antitumor yang bersifat tahan lama. Vaksinasi ini, menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dalam uji klinis pada beberapa pasien kanker stadium lanjut, dengan vaksin sipuleucel-T, dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker prostat. Selain itu, dengan menyuntikkan vaksin DC berdampak secara langsung pada respon imun pada sistem getah bening pasien.

Bahkan dalam uji klinis, dengan menggunakan sistem vaksin, DC terakumulasi dalam kelenjar getah bening dari pasien yang menerima pengobatan Td daripada mereka yang tidak. Demikian pula pasien ini yang mendapat vaksin dapat bertahan hidup lebih lama. dibandingkan mereka yang diobati dengan pengobatan standar.

C. Penemuan Terbaru Vaksin Anti

Kanker Serviks dan Penis Berdasarkan penelitian terbaru yang berasal dari tujuh studi yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, yaitu pusat pengandalan dan pencegahan penyakit yang memprakarsai upaya dari penelitian tersebut. Bahwa hampir 19.000 jenis kanker di Amerika Serikat termasuk kanker anal, infeksi jamur pada mulut atau tenggorokan, hingga kanker penis dapat dicegah dengan melakukan vaksin HPV. Vaksin HPV dengan jenis 16, 18, 31, 33, 45, 52 dan 58 memiliki potensi untuk mencegah ketujuh penyebab kanker HPV dibandingkan dengan vaksin gardasil dan cervarix.

Berdasarkan studi komprehensif pertama yang menunjukkan potensi untuk mengurangi beban kanker secara global, dan membimbing para klinisi untuk memberikan dan mengambil keputusan dalam memberikan vaksinasi terhadap pasien dengan baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan pada pencegahan dan Genetika Kanker di Cedars Sinai. Pada penelitian ini ditemukan 9 vaksin yang berpotensi meningkatkan perlindungan terhadap kanker HPV termasuk kanker vulva sebesar 71-92 persen; kanker vagina dari 73 menjadi 98 persen; kanker penis dari 76 meningkat hingga 90 persen; serta kanker anus 87 menjadi 96 persen, dilansir dari Science Daily.

SHARE
Previous articleVideo: Akibat Fatal Trauma Otak
Next articleCara Mudah Cegah Obesitas Pada Anak
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here