Halo dr. Ikrar, aku nadya. Aku punya masalah dok dengan gigi geraham yang baru tumbuh. Sakitnya ampun-ampun dok, kadang sampai gusinya bengkak. Ke senggol sedikit sakit banget. Banyak orang menyarankan aku untuk operasi supaya bisa dicabut. Apakah separah itu dok, sampai harus dioperasi? Bahaya ngga dok? Ada tips untuk mengurangi rasa sakitnya? Nyeri banget sampai tidak napsu makan. Terimakasih dok atas jawabannya.

Nadya (26)

Jawaban:

Hello, Nadya, salam Kabari Sehat. Kami sangat mengerti keluhan Nadya, semoga ulasan ini bisa membantu dan memberikan jalan keluar. Sebenarnya berdasarkan ilmu kesehatan gigi, bahwa gigi bungsu pada geraham secara umum semua orang mengalaminya. Namun ada yang menyebabkan keluahan yang parah, ada juga yang tidak sesakit yang Nadya alami. Hal ini disebabkan karena gigi bungsu tumbuh paling akhir, kadang-kadang rahang tidak memiliki ruang yang cukup untuk gigi bungsu tumbuh dengan wajar. Akibatnya gigi bungsu mendesak gigi geraham yang berada di depannya. Hal ini akan mengakibatkan sakit pada gusi, seperti yang Nadya alami. Masalah ini umumnya diatasi dengan mencabut gigi bungsu yang baru tumbuh.

Bila gigi bungsu menempati posisi yang sulit untuk dicabut, yang dicabut adalah gigi geraham yang terdesak sehingga gigi bungsu mendapat tempat yang cukup untuk tumbuh. Pencabutan gigi bungsu biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, namun kadang-kadang juga dilakukan dengan bius total, tergantung keparahan dan kondisi umum penderita.

Untuk mengurangi rasa sakit biasanya dokter menganjurkan, berkumurlah dengan hati-hati karena tekanan dapat menyebabkan komplikasi pendarahan. Juga dianjurkan berhati-hati menggosok gigi, terutama di daerah yang bengkak. Demikian pula mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit sakit dan bengkak (anti inflamasi), bahkan biasanya ditambahkan dengan antibiotik, jika penderita mengalami demam. Bisa juga mengompresnya dengan air hangat, untuk menstimulasi peredaran darah di daerah gigi bungsu untuk mempercepat penyembuhan. Karena ini merupakan kasus yang juga bisa menimbulkan komplikasi yang lebih berat, anjuran kami, sebaiknya Nadya melanjutkan pengobatan oleh Dokter Gigi. Demikian, semoga bisa membantu mengurangi penderitaan Nadya.

Salam sehat,
Dr. Ikrar

SHARE
Previous article10 Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas
Next articleVideo: Akibat Fatal Trauma Otak
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here