Dewasa ini, insiden Kanker payudara cenderung meningkat pada wanita, bahkan merupakan masalah besar kesehatan di seluruh dunia. Menurut laporan badan kesehatan dunia (WHO) bahwa setiap tahunnya, ditemukan 10 juta penduduk dunia yang didiagnosa sebagai penyakit kanker, dan 375 ribu diantaranya meninggal dunia.

Pada prinsipnya Kanker merupakan keganasan Tumor, yang diperlihatkan dengan pertumbuhan Tumor secara agresif dan menyerang jaringan lain dari tubuh, dan memungkinkan masuknya sel-sel kanker ke dalam sistem aliran darah atau limfatik dan kemudian kebagian lain dalam tubuh. Proses penyebaran ini disebut metastasis.

Gejala Umum Kanker Payudara

Pada kanker payudara, gejala yang pertama terlihat biasanya berupa benjolan yang terasa berbeda jika dibandingkan dengan sisa payudara yang lain. Lebih dari 80% kasus kanker payudara ditemukan ketika wanita merasa ada benjolan dipayudaranya. Kanker payudara terdeteksi awal dengan menggunakan mammogram.

Demikian pula disertai benjolan yang ditemukan pada kelenjar getah bening yang terletak di ketiak, kondisi ini dapat mengindikasikan kanker payudara. Kondisi pasien yang didiagnosis oleh dokter menderita Kanker akan sangat cemas, panik dan gelisah. Kecemasan tersebut sangat beralasan, karena pemahaman masyarakat dewasa ini tentang penyakit kanker yang belum memadai.

Seperti kanker yang lain, kanker payudara cenderung untuk menyebar ke organ lain dalam tubuh, terutama ke kelenjar paru, adrenal, hati, otak, dan tulang. Kanker atau tumor ganas adalah penyakit yang disebabkan oleh mengganasnya sel-sel tubuh yang berkembang biak tak terkendali, sel-sel ganas ini dapat berinvasi dan menyebarkan kerusakan pada sel-sel yang berdekatan, bahkan bermetastasis atau menyebar ke lokasi lain di dalam tubuh melalui getah bening atau darah.

Penyebab Munculnya Kanker

Seseorang bisa terkena kanker, dapat diakibatkan oleh beberapa pencetus, yaitu: Zat kimia (Carcinogens). Zat kimia ini menyebabkan mutasi DNA dan menstimulasi kanker dalam jaringan tubuh. Contoh zat carcinogen ini misalnya tembakau, yang telah dibuktikan sebagai penyebab 90% dari kanker paru-paru. Penelitian menunjukkan hubungan antara penggunaan tembakau dan kanker di paruparu, tenggorokan, otak, leher, perut, kandung kemih, ginjal, kerongkongan dan pankreas. Radiasi sinar ion, seperti radiasi ultra ungu dari matahari dapat menyebabkan kanker kulit melanoma malignancies. Infeksi virus atau bakteri, beberapa kanker dapat disebabkan oleh infeksi pathogens, misalnya: infeksi virus yang terkait dengan virus kanker manusia adalah papillomavirus, hepatitis B dan virus hepatitis C, Epstein-Barr virus_, dan human T-_lymphotropic virus. Ketidak-Seimbangan Hormonal, beberapa hormon dapat bertindak dengan cara yang sama untuk non-mutageniccarcinogens dalam upaya mereka merangsang pertumbuhan sel yang berlebihan, contoh adalah meningkatkan hyperestrogenic dapat menyebabkan kanker endometrial, kanker rahim dan kanker mammae. Faktor turunan Ada sejumlah sindrom diyakini dapat diturunkan sebagai penyebab kanker, karena adanya cacat dalam gen yang melindungi terhadap formasi munculnya sel-sel kanker.Contohnya hereditery mutations di gen BRCA1 dan BRCA2 terkait besarnya resiko kanker payudara, kanker ovarian dan tumor di berbagai organ kelenjar endokrin misalnya; endokrin neoplasia. Dengan demikian, cara pencegahan kanker payudara adalah dengan menghindari semua faktor pencetus diatas.

Dengan gambaran diatas, maka tingkatan dan gejala kanker payudara tersebut bervariasi, sehingga jika telah terteksi sedari dini, sebaiknya segera dilakukan pengobatan sebelum kanker tersebut masuk ketingkat yang lebih parah.

Pengobatan Kanker Payudara

Sampai dewasa ini, ada banyak teknik pengobatan Kanker yang bisa dilakukan, khususnya penderita kanker payudara. Pengobatan tersebut adalah:

  1. Bedah. Jika tumor belum menyebar, maka tindakan terdini dan terbaik adalah dengan cara bedah atau amputasi sebelum kanker tersebut menyebar keseluruh tubuh lewat jalan kelenjar getah bening dan peredaran darah. Dokter ahli bedah akan melakukan mastektomi, atau pengangkatan salah satu payudara yang menderita tumor.
  2. Terapi radiasi (radioterapi, penyinaran) adalah penggunaan ionizing radiasi untuk membunuh sel kanker payudara yang bersemayam di dalam tubuh. Terapi radiasi ini dapat dilakukan secara eksternal melalui pancaran sinar eksternal (EBRT) atau melalui secara internal via brachytherapy. Efek dari terapi radiasi adalah setempat dan lokal di daerah yang dirawat (bekas operasi). Tujuannya untuk merusak sel-sel kanker dan membatasi invasi sel kanker ke jaringan sehat di dekatnya.
  3. Kemoterapi adalah pengobatan kanker payudara dengan obat kimia (anticancer) yang dapat merusak sel-sel kanker. Dalam penggunaannya saat ini, istilah “kemoterapi” biasanya merujuk kepada cytotoxic obat yang berpengaruh cepat terhadap proses regenerasi sel pada umumnya termasuk sel-sel kanker. Cara kerja obat kemoterapi misalnya dengan menghambat duplikasi DNA atau pemisahan kromosom. Sebagian besar bentuk kemoterapi bekerja tidak spesifik pada sel-sel kanker, tetapi dapat menyerang juga sel-sel normal, walaupun dalam perkembangannya sel-sel normal dapat beregenerasi kembali, tetapi sel-sel kanker akan mati.
  4. Immunotherapy adalah pengobatan yang merujuk keberagaman rangkaian terapeutik dengan strategi yang dirancang, supaya daya tahan tubuh penderita dapat meningkatkan kekebalan tubuhnya untuk melawan sel-sel kanker.
  5. Terapi Hormonal. Kanker payudara biasanya disebabkan karena ketidakseimbangan hormonal, sehingga dapat diterapi dengan menginjeksikan hormon khusus, seperti progestogens yang mungkin bermanfaat therapeutically.

Dengan berbagai teknik pengobatan diatas, pada prinsipnya kanker payudara dapat diobati dan disembuhkan, jika ditemukan sedari dini, dan dilakukan pengobatan secara menyeluruh.

 

SHARE
Previous articleTanya Dokter : Galau Karena Jerawat
Next articleVideo: Jakarta Polusi Udara dan Kanker Paru
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here