Salam hangat dr. Ikrar.

Dok apakah benar timbulnya jerawat juga dipengaruhi asupan makan terutama makanan berlemak? Jika memang benar, saya wanita berjerawat tapi saya jarang sekali makan makanan berlemak. Saya lebih suka makan sayur dan buah, tapi kenapa ya saya tetap berjerawat? Kalau disebabkan karena hormon, bagaimana saya mengontrolnya? Terimakasih dokter atas jawabannya.

Herawati, Bekasi

Jawaban:

Ibu Herawati, salam kabarisehat. Membaca keluhan yang ibu sampaikan, tentang jerawat yang ibu keluhkan, tentu akan sangat meresahkan dan mengganggu. Sebetulnya dalam ilmu kedokteran, penyebab atau faktor pencetus jerawat ada beberapa kondisi, misalnya: kebersihan wajah, hormonal, stress, genetik, makanan, dan faktor-faktor lain yang belum didefenisikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa sekitar sembilan puluh persen dari individu yang mengalami stres memiliki jerawat dalam artian bahwa stres dapat meningkatkan jerawat. Selain faktor psikologi, faktor lain adalah ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh manusia yang disebabkan karena perubahan ekologi menyebabkan jerawat. Setiap kali kulit yang merupakan gudang sel-sel mati dan menjadi jaringan sisa dan menempel pada kulit karena bakteri dapat menjadi penyebab jerawat. Sehingga jerawat pada prinsipnya merupakan jenis peradangan kulit.

Sehingga berdasarkan faktor-faktor munculnya jerawat di atas, maka ada beberapa tips atau cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ataupun mengobati jerawat, Tips tersebut berupa: Upayakan untuk menggunakan sabun anti bakteri untuk membersihkan kulit Anda, biasanya sabun yang mengandung Benzoil peroksida, kemudian seringlah meminum banyak air, dengan kandungan cairan tubuh yang cukup akan membantu mengeluarkan berbagai toksin yang bisa memunculkan jerat. Pada saat ada jerwat di muka, Jangan memencet atau memeras jerawat tersebut karena dapat menyebabkan kerusakan kulit yang permanen, kemudian senantiasalah menjaga kulit yang bersih dan yang terpenting hindari kecemasan yang mendalam yang bisa memicu stress. Demikian pula menjaga pola makan yang sehat, seperti yang telah ibu ceritakan.

Kemudian kalau Ibu Herawati merasakan bahwa kemungkinan faktor pencetus jerawat ibu adalah faktor hormonal, sebaiknya memeriksa keseimbangan hormonal, khsususnya hormone estrogen dan progesterone ke dokter specialist kulit.

Demikian pencerahan ini, semoga jerawat yang menjadi keluhan ibu secepatnya dapat ditangani.

SHARE
Previous articleVideo: Pemanfaatan Cahaya Laser untuk Pengobatan Penyakit Otak
Next articleKanker Payudara Dapat Disembuhkan
Dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D. lahir di Makassar, 15 April 1969 adalah seorang dokter dan ilmuwan berkebangsaan Indonesia dalam bidang farmasi, jantung, dan syaraf, Peneliti di UC Irvine (2008-2016). Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai salah satu peneliti yg memopulerkan sistem AlstR (allatostatin receptor) dalam tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit edisi 20, Januari 2012, dan metode pengobatan “gene therapy & Advanced Therapy” yang dipublikasikan di Nature 2013 dan 2017. Saat ini Dr. Ikrar merupakan Medical Director di BioBlast Discovery, California, U.S.A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here